Guru Besar TEP Berikan Kuliah Tamu di Mataram

Pengumuman Pengambilan Transkrip Periode XII 2016/2017
Juli 27, 2017
FTP Pertahankan Tradisi Dominasi PKM UB Lolos PIMNAS
Agustus 3, 2017

Guru Besar TEP Berikan Kuliah Tamu di Mataram

Prof.Dr.Ir. Sumardi HS., MS. pakar Keteknikan Pertanian Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya memberikan kuliah tamu bertema “Mekanisasi Pertanian, Alternatif Meningkatkan Kesejahteraan Petani Menuju Swasembada Pangan” pada ratusan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram, Jumat (21/07/2017).

Dalam paparannya, Guru Besar bidang Teknik Pengolahan Hasil Pertanian FTP UB ini menjelaskan bahwa mekanisasi pertanian merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan pangan dunia. “Populasi dunia diproyeksikan akan bertambah sekitar 2 milliar pada tahun 2030. Pertumbuhan populasi ini diiringi makin meningkatnya kebutuhan makanan, air, energi dan barang-barang lainnya. Sumber daya alam yang terbatas menuntut kita berbuat lebih banyak dengan apa yang sedikit, tanpa menurunkan kualitas alam. Untuk itulah mekanisasi pertanian hadir menjadi salah satu solusi. Sebab mekanisasi pertanian turut menjamin pertumbuhan populasi agar memiliki kebutuhan yang diperlukan untuk hidup.  Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh mekanisasi pertanian diantaranya adalah merencanakan hal yang praktis, solusi yang efisien untuk produksi, penyimpanan, transportasi, pengolahan dan pengemasan produk pertanian, menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan sistem, proses dan mesin yang berhubungan dengan manusia, tanaman, hewan, mikroorganisme dan bahan biologi serta mengembangkan solusi alternatif pengunaan produk pertanian, produk samping dan limbah serta sumber alam – tanah, air, udara dan energi.” paparnya dihadapan seratus lima puluh mahasiswa yang hadir.

“Tetapi kita mesti bijak dalam mengaplikasikan mekanisasi pertanian, sebab selain keunggulannya yang dapat meningkatkan efisiensi pekerjaan dan mengurangi kebutuhan SDM, hal ini juga membutuhkan sumber energi yang lebih. Bahkan jika tidak dikelola dengan baik mekanisasi pertanian dapat pula menimbulkan polusi. Disitulah akademisi dan institusi pendidikan berperan dalam menentukan kurikulum mekanisasi pertanian di perguruan tinggi.” pungkasnya. (dse)

[metaslider id=14206]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian