Guru Besar THP FTP Berikan Materi Workshop Peningkatan Produk KUKM Diskopukm JATIM

Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Menjadi Berbagai Produk Berbasis Zero Waste oleh Tim Mahasiswa Universitas Brawijaya
Juni 20, 2019
Mau Bikin Video Company Profile Inovatif dan Ekonomis? V-COM PRO Solusinya
Juni 21, 2019

Guru Besar THP FTP Berikan Materi Workshop Peningkatan Produk KUKM Diskopukm JATIM

Profesor Dr. Teti Estiasih, STP.MP., guru besar  Ilmu Pangan Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya memberikan materi pada ratusan peserta dari berbagai UKM dan Koperasi sse Jawa Timur dalam “Workshop Peningkatan Produk KUKM di Bidang Pangan” yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Jawa Timur, di Hotel Kusuma Agrowisata – Batu, Senin-Selasa (17-18/06/2019).

Dalam paparannya Prof Teti menjelaskan tentang bahan tambahan pangan dan Good Manufacturing Practices. Bahan Tambahan Pangan merupakan campuran bahan yang bukan bagian bahan baku pangan itu secara alami, tetapi memang sengaja ditambahkan kedalam pangan untuk untuk maksud teknologi pada pembuatan, pengolahan, penyiapan, perlakuan, pengepakan, pengemasan, penyimpanan atau pengangkutan makanan untuk menghasilkan suatu komponen atau mempengaruhi ciri fisik dan kimia pangan tersebut seperti misalnya tekstur, rasa, bau, warna, bentuk, umur simpan, tambahan mineral, protein, vitamin dan sebagainya. Beberapa bahan tambahan pangan yang dapat ditambahkan antara lain  pewarna, pengawet, penyedap rasa, anti gumpal, pemucat hingga pengental.

Sementara itu Good Manufacturing Practices (GMP) merupakan pedoman untuk memproduksi pangan yang bermutu, aman dan layak dikonsumsi. Bagi pemerintah GMP berguna untuk melindungi konsumen dari kerugian yang mungkin timbul dari pangan tak layak. Selain itu GMP akan memberikan jaminan pada konsumen bahwa pangan yang dikonsumsi adalah layak. Penerapan GMP juga mampu meningkatkan kepercayaan terhadap bahan pangan yang diperdagangkan di level internasional.

Adapun bagi industri, penerapan GMP berguna untuk memproduksi  dan menyediakan pangan yang layak dan berkualitas bagi konsumen serta memberikan informasi yang jelas dan mudah dimengerti bagi masyarakat untuk melindungi makanan terhadap kontaminasi dan kerusakan.  Pada prakteknya, GMP menerapkan kriteria, standar dan kondisi. Kriteria GMP adalah istilah umum, persyaratan bangunan hingga fasilitas bahan. Sementara standar GMP meliputi spesifikasi bahan baku dan produk serta komposisi produk. Sementara kondisi yang termaktub dalam GMP adalah parameter yang digunakan dalam proses pengolahan. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian