HYCROFER Bantu Petani Sawi

DUVAC, Ekstraktor Cerdas Minyak Atsiri ala FTP
Juli 18, 2018
FURY WARS Karya Mahasiswa FTP Sulap Limbah Tahu Jadi Dompet Cantik
Juli 18, 2018

HYCROFER Bantu Petani Sawi

Lima Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB) yakni Achmad Nabhan Yaman (TIP 2015), M. Lukman Khakim (TIP 2015), M. Hadyan Rahman (TIP 2015), Fadillah Ayutya (TIP 2015), dan Fara Cholidatun N. (THP 2016), menggagas alat praktis untuk menghasilkan pupuk dan pestisida berbasis mikroba untuk mendukung pertanian organik khususnya bagi sawi. Alat tersebut diberi nama HYCROFER (Hybrid Technology Based On Microbiology Reactor And Fertilisator).

Berawal dari keresahan dimana ketergantungan yang tinggi petani terhadap penggunaan pestisida kimia akibat mahalnya harga pestisida mikrobial dibanding pestisida kimia. Berdampak pada terjadinya penurunan kualitas tanah akibat penggunaan pestisida kimia yang tak tercontrol..

“Umumnya sawi yang dihasilkan dijual dengan harga standar karena tergolong dengan sayuran yang menggunakan pestisida kimia. Oleh karena itu, tim HYCROFER ingin membantu petani dalam meningkatkan nilai ekonomi produk dengan peningkatan kualitas hasil dimana mampu menghasilkan produk organik dengan nilai jual lebih tinggi,” papar mahasiswa Teknologi Industri Pertanian ini.

Brassica juncea L. atau yang lebih dikenal dengan tanaman sawi hijau merupakan sayuran dengan nilai ekonomi tinggi yang berasal dari keluarga Cruciferae. Di Indonesia, tanaman sawi merupakan tanaman yang cukup digemari oleh masyarakat namun produksinya masih tergolong rendah.

Tim HYCROFER merupakan tim yang telah terseleksi dari ratusan ribu tim diseluruh Indonesia untuk mendapatkan bantuan dana dari Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi 2018. Hal tersebut sangat mendukung tim HYCROFER dalam mewujudkan inovasi mereka.

Dalam penerapannya, tim HYCROFER berkerjasama dengan salah satu kelompok tani yang ada di kota Batu. Kota Batu menjadi objek karena kota Batu merupakan salah satu wilayah pertanian yang maju serta memiliki selogan BATU GO ORGANIK yang sejalan dengan tujuan penerapan inovasi ini. Pertanian yang dilakukan oleh kelompok tani sumber rejeki masih dengan metode konvensional dimana masih berpegang pada penggunaan bahan pendukung yang tergolong kimia.

Penerapan HYCROFER di kelompok tani sumber rejeki memberikan hasil positif kepada kelompok tani. Menurut keterangan Lukman, dengan menggunakan HYCROFER sawi yang dihasilkan memiliki kuantitas yang sebanding dengan penggunaan pestisida kimia dan pupuk biasa namun dengan HYCROFER menghasilkan produk yang tergolong organik yang meningkatkan nilai kualitas dari sawi yang dihasilkan.

HYCROFER diharapakan dapat menjadi inovasi yang mendukung untuk pertanian organik yang murah namun maksimal, sehingga dapat diaplikasikan bagi para petani khususnya pada produk sawi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian