I-HEALINK, Alat Sakti Pencipta Minuman Herbal Instant ala FTP

19 Tim FTP Meriahkan Young Scientist International Seminar and Expo 2019
Juni 26, 2019
Mahasiswa FTP Raih Medali Perak Japan Design, Invention and Expo (JDIE) 2019
Juni 28, 2019

I-HEALINK, Alat Sakti Pencipta Minuman Herbal Instant ala FTP

Belakangan ini konsumsi minuman herbal mengalami trend positif di kalangan masyarakat Indonesia. Hal ini dapat dijadikan sebagai peluang usaha di bidang pangan. Minuman herbal instan merupakan salah satu alternatif yang banyak digemari, karena lebih praktis dan tahan lama. Akan tetapi, produksi yang masih bersifat konvensional menjadi hambatan dalam efisiensi baik dari segi kualitas maupun kuantitas produksi.

Melihat permasalahan tersebut, lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yakni M. Ali Barkah S, Moch. Rofiul Qorni, Sandy Satria S, Nur Indah F, dan Laila Safira dengan arahan dosen pembimbing Angky Wahyu Putranto mencoba berinovasi dengan menciptakan sebuah alat untuk membuat minuman herbal instan dengan nama Instant Herbal Drink Machine (I-HEALINK).

Rofiul Qorni, salah satu anggota menceritakan bahwa tercetusnya ide untuk membuat I-HEALINK berawal dari ketika ia bersama anggota lainnya mendapati sebuah Usaha Kecil Menengah (UKM) Umi Zainab yang memproduksi minuman herbal instan. Namun sayangnya, UKM yang berlokasi di Kecamatan Gondanglegi tersebut produksinya masih menggunakan cara-cara konvensional yang membutuhkan waktu lama.

“Dari situ akhirnya kami berunding bersama bagaimana caranya agar bisa membantu UKM Umi Zainab supaya produktivitasnya meningkat,” kisahnya kepada blablabla News.

Menurut Qorni, I-HEALINK merupakan sebuah alat pengering yang berbasis spray dryer, dimana sistem kerjanya mampu mengeringkan larutan dan berubah menjadi serbuk halus dalam waktu yang singkat. I-HEALINK ini fungsinya untuk membuat serbuk minuman herbal instan seperti jahe instan, kunyit instan, dan temulawak instan. Namun penggunaannya tidak terbatas pada komoditas tertentu saja, melainkan bisa digunakan untuk berbagai macam komoditas.

“Jadi kalau misalnya ingin membuat serbuk jahe instan, kita tinggal memasukkan larutan jahe kedalam alat. Selanjutnya larutan tadi akan diproses sedemikian rupa sehingga output yang dihasilkan berupa serbuk halus siap seduh,” terangnya.

Pada I-HEALINK, sistem pengeringannya menggunakan bantuan atomizer dan heater dengan kontrol suhu, bukan dimasak diatas panci yang dipanasi dengan api. Karena apabila dimasak menggunakan panci maka suhu akan naik secara tidak terkontrol. Dan suhu yang terlalu tinggi nantinya justru bisa membuat nutrisi/kandungan bioaktifnya hilang.

“Sedangkan jika menggunakan I-HEALINK, maka kandungan bioaktifnya bisa tetap terjaga,” tuturnya.

Di dalam alat ini juga terdapat cyclone separator yang memisahkan serbuk halus siap konsumsi dengan yang masih basah, sehingga output yang dihasilkan dapat lebih tahan lama karena kadar airnya yang sangat rendah. Selain itu alat ini juga dilengkapi dengan thermo controller yang menjaga suhu dalam alat tetap konstan 60- 800C. Suhu 60-800C merupakan suhu yang paling tepat, karena mikroorganisme yang ada didalam bahan sudah mati dan kandungan bioaktifnya belum terdegradasi sepenuhnya. Tentunya dengan waktu produksi yang lebih cepat.

Jadi ketika menggunakan cara konvensional membutuhkan waktu 5 jam untuk 1 kali produksi, dengan I-HEALINK hanya memerlukan waktu 2 jam saja.

“Jadi alat ini lebih efektif dan efisien untuk digunakan karena dalam sehari bisa 2-3 kali produksi, sehingga keuntungan bisa lebih meningkat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian