Inovasi Enzim Mananase Industri Kertas

Array, Teknologi Terkini pada Kemasan Pepaya
Juni 8, 2015
Universitas Sam Ratulangi Manado Kunjungi FTP UB
Juni 11, 2015

Inovasi Enzim Mananase Industri Kertas

Pross pmutihan krtas (blaching) yang mnghasilkan toksin brupa dioxin

Proses pemutihan kertas (bleaching) yang menghasilkan toksin berupa dioxin

Di era global Indonesia banyak melakukan modifikasi di bidang pengembangan Industri. Salah satunya industri kertas. Industri kertas banyak berkembang di Indonesia kurang lebih sekitar 49 industri kertas dan 13 industri yang bergerak di bidang pengolahan pulp. Pulp menjadi sangat penting bila dikaitkan dengan proses lanjutan pembuatan kertas. Pulp adalah bahan dasar agar selanjutnya dapat dibuat menjadi kertas.

Pulp didapatkan dari pohon dengan melakukan proses ekstraksi yang selanjutnya dilakukan pemutihan atau bleaching terhadap pulp agar kertas dapat bersih dan berwarna putih. Selanjutnya hal ini menjadi titik awal apabila kertas ingin diolah lanjut seperti ditambahkan warna agar pulp lebih menarik.

Proses bleaching pulp kertas yang sering diterapkan oleh industri adalah bleaching dengan menggunakan senyawa kimia. Salah satunya adalah klorin. Dengan menggunakan klorin maka dapat dihasilkan pulp kertas yang putih. Namun, sangat disayangkan dengan pemakaian klorin ini dapat mengakibatkan pecemaran lingkungan. Klorin dapat menghasilkan senyawa samping berupa dikloro klorin yang berbahaya. Senyawa ini dapat menyebabkan kanker, dan juga susah terurai di lingkungan.

Alternatif yang dapat dipakai oleh industry antara lain adalah dengan pemakaian enzim. Enzim mananase merupakan salah satu enzim yang dapat digunakan. Enzim ini dapat memecah hemisellulsa yang merupakan komponen dominan dalam pulp kertas menjadi penyusunnya yaitu manosa. Sehingga diharapkan dapat memberikan efek pulp menjadi lebih cerah akibat senyawaan komplek dan pengotor telah terdegradasi menjadi sederhana.

Pemanfaatan enzim disesuaikan dengan kondisi proses bleaching yang ada di industri yaitu dalam kondisi suhu tinggi dan juga kondisi basa. Inilah yang  mendasari ketiga mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP)  mengisolasi mikroorganisme hingga dapat menghasilkan enzim dengan karakteristik sesuai dengan persyaratan optimum perlakuan bleaching di industri. Ketiganya adalah Sania (THP 2011), Ismatul Avida (THP 2012) dan Fitrul (THP 2012) dibawah bimbingan Ir. Aji Sutrisno, M.Sc. Ph.D. yang melakukan kegiatan ini dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P) DIKTI 2015.

Isolat potensial penghasil mananase yang ditunjukkan oleh adanya halo (zona bening) disekitar koloni

Isolat potensial penghasil mananase yang ditunjukkan oleh adanya halo (zona bening) disekitar koloni

Enzim bersifat alkali termofil ini diisolasi dari beberapa lingkungan ekstrem dengan harapan dapat memenuhi karakteristik yang diharapkan yaitu alkali dan termofil. Maksudnya dapat bekerja optimum dalam kondisi alkali (basa) dan suhu tinggi (termofil). Beberapa lokasi yang dipakai antara lain gunung kapur, lahan kering dan sumber air panas.

Dari beberapa lokasi tersebut diambil tanah kemudian dilakukan pengkayaan dan perlakuan isolasi dengan kondisi alkali dan suhu tinggi dan kemudian silakukan screening. Hasil yang didapatkan kemudian diidentifikasi dan dikarakterisasi hingga akhirnya didapatkan isolate yang dapat dikembangkan selanjutnya menjadi produsen enzim mananase dengan sifat alkali termofil yang dapat diterapkan dalam industri kertas. Optimasi penggunaan enzim sebenarnya cukup potensial bila dikembangkan di Indonesia mengingat banyak masalah lingkungan yang saat ini semakin susah ditangani. Dengan peggunaan enzim diharapkan dapat mereduksi jumlah pencemaran akibat limbah industri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian