Inovasi Pita Tanam untuk Negeri

AURORA Untuk Petani Kentang
April 29, 2015
Infilter Team Hijaukan Desa Garung
Mei 2, 2015

Inovasi Pita Tanam untuk Negeri

1424497164017Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia merupakan salah satu negara pengonsumsi beras terbesar di dunia menyebabkan meningkatnya permintaan beras dalam negeri seiring dengan melonjaknya jumlah penduduk setiap tahunnya. Berbagai masalah budidaya tanaman padi yang dihadapi pemerintah dalam upaya menggalakkan program swasembada pangan diantaranya adalah langka dan mahalnya tenaga kerja buruh tani, mahalnya pupuk, krisis penyebaran air merata, tingginya gangguan gulma, hingga tanah yang makin kekurangan humus akibat penggunaan bahan kimia. Berbagai masalah diatas melatari kelima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya yakni M. Haekal Fakhruddin (THP 2013), Basuki Rahmat (THP 2013), Dianita Rossari Dewi (THP 2013), Merlyn Novita Sari (THP 2013), dan Ainun Azizi (TEP 2012) dibawah bimbingan Dr. Ir. Gunomo Djoyowasito, MS. membuat mulsa tanaman padi, T-OPR (Technology of Organic Planting Ribbon) melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Teknologi (PKM-T) 2015.

T-OPR merupakan teknologi pita tanam padi yang dimodifikasi untuk menyempurnakan kekurangan penelitian sebelumnya.  Penyempurnaan pita tanam ini terletak di bagian tutup dengan menggunakan bahan tipis dan tembus cahaya sehingga tidak akan mengganggu proses awal penyerapan sinar matahari dalam masa perkecambahan.

T-OPR ini ditujukan agar mampu mengurangi tenaga kerja yang dibutuhkan pada proses penyemaian bibit, pencabutan, distribusi, dan penanaman ulang bibit padi digantikan hanya dengan menggelar pita tanam organik. T-OPR juga ditujukan agar dapat menjadi pupuk organik sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia. Selain ituT-OPR juga berguna sebagai pelindung padi dari gulma yang sering kali tumbuh bersisian dengan tanaman padi sehingga tidak dapat dicabut dan terpaksa dibiarkan tumbuh hingga panen padi berlangsung.

penggelaran-pita-tanamSejak bulan Februari lalu, T-OPR sedang diterapkan disalah satu anggota Kelompok Tani (POKTAN) Sumber Makmur I, yaitu Bapak Sutardji. Hasil penerapan T-OPR ini direncanakan masih akan dimonitoring hingga dua bulan kedepan. Hasil pemantauan hingga sejauh ini membuktikan bahwa T-OPR ampuh dalam mencegah tumbuhnya gulma yang bersisian dengan tanaman padi. Diharapkan kedepannya, aplikasi dari T-OPR tidak hanya diterapkan pada tanaman padi, namun juga dapat ditingkatkan pada komoditas penting lainnya seperti kacang kedelai. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian