Inovasi Teknologi Pengering Kabinet Rumah Kaca bagi UKM Keripik Kentang Kotatif Batu

Dosen UB Kembangkan Potensi Wisata Labu Madu di Kediri
November 28, 2019
Mahasiswa FTP Raih Juara pada Kompetisi Bisnis di Universitas Padjajaran
Desember 1, 2019

Inovasi Teknologi Pengering Kabinet Rumah Kaca bagi UKM Keripik Kentang Kotatif Batu

Kota Batu merupakan salah satu penghasil kentang dengan produktivitas besar di Jawa Timur dengan produktivitas 11-20 ton per hektar. Sentra produksi kentang di desa Sumberbrantas dan Tulungrejo, kecamatan Bumiaji dengan produktivitas mencapai 5-10 ton per bulan.  Luas areal pertanian di Desa Sumberbrantas yang mencapai 325 ha dan 80% dari lahan pertanian ditanami tanaman kentang dengan produktivitas kentang petani desa Sumberbrantas mencapai 21,633 ton per tahunnya.

UKM “Rama” merupakan produsen keripik kentang terbesar di Kota Batu dengan kapasitas produksi kentang  210 kg per hari. Kendala dalam pengembangan usaha keripik kentang ini antara lain keterbatasan teknologi dalam proses pengeringan yang mengandalkan sinar matahari selama minimal 2 hari dikombinasikan dengan oven ruangan dengan energy LPG dan blower namun kualitas dan kuantitas kurang maksimal. Target permintaan konsumen UKM “Rama” mencapai 500 kg per hari .

Kegiatan Penerapan Teknologi Tepat Guna kepada Masyarakat yang didanai dari Ristek Dikti tahun 2019 kepada LPPM UB yang dilakukan oleh Tim pelaksana dari Fakultas Teknologi Pertanian dan Teknik Universitas Brawijaya (Siti Asmaul Mustaniroh, Jaya Mahar Maligan dan Widya Wijayanti) melakukan inovasi diseminasi teknologi pengeringan dengan PENGERING KABINET RUMAH KACA dengan skala Teknologi Tepat Guna bersifat Proven Technology. Untuk kapasitas 200-300 kg per proses. Dimensi Rak pengering  (100 x 60 x 180) cm  dan luas 24,75 m2  dengan kapasitas 200-300 kg per proses. Jenis alat ini sudah efektif bisa meningkatkan kinerja pengeringan empon-empon dan produk herbal di Balai Medica Batu. Beberapa keuntungan alat ini antara lain adalah meningkatnya efisiensi dan produktivitas penggunaan tenaga kerja. Data menunjukkan adanya penurunan waktu kerja yang dibutuhkan untuk proses pengeringan hingga sebesar 30%. Selain itu, alat ini juga memungkinkan tercapainya permintaan konsumen karena adanya efisiensi energi yang mengkombinasikan panas dari matahari dan energi LPG melalui penggunaan sistem kontrol . Dengan demikian selain lebih hemat energi, penggunaan alat ini juga mampu menekan biaya produksi dengan kualitas hasil yang lebih optimal.

Harapan kedepannya IKM Rama dapat meningkatkan produksi keripik kentang dengan maksimal sesuai permintaan konsumen dengan kualitas dan efisiensi produksi yang berdaya saing.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian