International Research Seminar “Nutritional of Food Compound and Food Safety”

Sosialisasi Akademik FTP
September 14, 2014
Jadwal dan Alur Foto KTM Mahasiswa Baru UB TA. 2014-2015
September 22, 2014

International Research Seminar “Nutritional of Food Compound and Food Safety”

1Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) bekerja sama dengan International Office Universitas Brawijaya (IO UB) menyelenggarakan Seminar Internasional Nutrisi dan Keamanan Pangan, Rabu (17/09/2014) di Aula Gedung F FTP UB lantai 2. Seminar yang menghadirkan narasumber dari Queensland University Australia (UQ)  dan University of New South Wales (UNSW) ini diikuti oleh sekitar 250 peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, peneliti serta akademisi ke Jawa Timur.

Dalam sambutannya ketika membuka acara, Dekan FTP, Dr. Ir. Bambang Susilo, M. Agr. Sc mengharapkan seminar ini dapat menjadi pembuka untuk kerja sama FTP UB dan UQ – UNSW Australia dalam berbagai bidang. Dekan juga menyampaikan bahwa FTP UB meski baru berusia enam belas tahun dan termasuk fakultas termuda di UB, tetapi merupakan fakultas teknologi pertanian terbesar di Indonesia, bahkan mungkin di dunia dengan sekitar tiga ribuan mahasiswa.  Sebagai institusi pendidikan, FTP  UB bekerja sama dengan peneliti nasional maupun luar negeri telah melakukan berbagai pengabdian masyarakat dan penelitian, utamanya dalam bidang renewable energy, bio-material, lingkungan dan pangan sesuai ranah keilmuannya. “Bidang ilmu FTP merupakan bidang yang strategis, sebab pangan dan energi akan selalu dibutuhkan masyarakat. Terlebih pangan yang sehat dan aman.  Henry Kissinger mengatakan control  food and you control the people, control  oil and you control the nation yang berarti kuasai pangan, maka engkau akan menguasai  rakyat dan kuasai minyak (energy) maka engkau akan menguasai bangsa-bangsa di dunia. But now I tell you, control safety food and you control future generation,” jelasnya.

4Sementara Astrida Upitis, Counsellor (Education and Science) Kedutaan Australia menjelaskan bahwa seminar ini diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan sebagai salah satu program Seni dan Budaya Kedutaan Australia 2014.  Diharapkan acara ini dapat menjadi ajang sharing ilmu dan pengalaman antara Australia Indonesia.  “Acara ini merupakan rangkaian seminar penelitian untuk memaparkan penelitian inovatif Australia,  menggambarkan kreativitas, dinamisme dan keragaman Australia sehingga dapat mengembangkan network, dengan saling berbagi guna memajukan kerjasama penelitian dan pendidikan diantara negara tetangga, Australia – Indonesia, “paparnya.

2Sesi pertama yang disampaikan oleh Professor Mike Gidley, direktur dari Centre for Nutrition and Food Sciences (CNAFS) – University of Queensland (UQ) menjelaskan materi tentang “Kesehatan dan Kekayaan dari Bahan Pangan, Sebuah Tantangan dan Peluang”.  Menurut Profesor Gidley pendekatan umum untuk meningkatkan nilai gizi adalah memperkenalkan makanan yang dapat diperoleh langsung dari pertanian  (from farm to fork). ” Ini jauh lebih sehat dan efisien daripada mengolah makanan dengan menambahkan ini dan itu untuk ‘memperbaikinya’ dan lalu memprosesnya kembali menjadi makanan. Dengan demikian secara ekonomis dan kesehatan dapat berjalan bersama untuk mengembangkan produk pangan yang minim sentuhan teknologi, sehingga meminimalkan dampak negatif namun tetap enak dikonsumsi.” paparnya.

3Sementara sesi kedua merupakan pembahasan tentang “Salmonella, Unggas dan Keamanan Pangan” yang disampaikan oleh Professor Julian Cox, Associate Professor pada Microbiologi Pangan University New South Wales (UNSW). Prof. Julian Cox menjelaskan penerapan kemanan pangan industri di Indonesia, terutama pada industri unggas. “Keamanan pangan merupakn sesuatu ynga mutlak dan tidak dapat ditawar. Sebab ini merupakan hak setiap konsumen. Manajeman keamanan pangan menliputi seluruh bidang, dimulai dari suplai bahan baku, produksi, distribusi, hingga produk pangan tersebut tersedia di meja makan konsumen.  Di negara berkembang, salmonella masih menjadi masalah kesehatan yang cukup mengganggu. Salmonella dapat ditemui dalam pangan karena adanya kontaminasi. Kontaminasi ini dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung, misalnya kontaminasi pangan melalui tangan manusia atau alat-alat yang digunakan. Salmonella seringkali terdapat pada unggas dan telurnya. Produk seperti telur utuh, telur bubuk dan telur cair, perlu juga mendapat perhatian khusus karena berpotensi sebagai sumber Salmonella, ” jelasnya.  Selain itu Professor Cox juga menjelaskan tindakan preventif untuk menanggulangi salmonella antara lain melalui pelaksanaan monitoring secara teratur dan pengawasan yang ketat pada hewan ternak. Kontrol disini merupakan pengawasan sanitasi dan higienitas kandang, peralatan maupun lingkungan peternakan serta fumigasi penetasan telur ayam untuk mengurangi keberadaan bakteri patogen dalam pengeraman di peternakan. (dse)

5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian