ITP Raih Akreditasi Internasional dari IFT

Lowongan Pekerjaan
Oktober 16, 2012
Workshop Pengembangan SDM FTP
November 2, 2012

ITP Raih Akreditasi Internasional dari IFT

Program studi Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP), Jurusan THP, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) berhasil meraih akreditasi internasional dari Institute of Food Technologists (IFT), USA. Demikian dikatakan Ketua Jurusan THP, Agustin Krisna Wardani, STP. MSi. PhD, diruang kerjanya, Senin 29/10 siang.

“PS ITP merupakan PS S1 pertama di UB yang mendapatkan akreditasi internasional. Prestasi gemilang dan membanggakan ini secara otomatis mengangkat nama UB di jajaran perguruan tinggi unggul di level Asia bahkan dunia.Dengan diraihnya akreditasi internasional dari organisasi ilmu pangan terbesar di dunia, tidak berlebihan jika ITP UB disejajarkan dengan program studi yang sama di seluruh dunia,” ujarnya.

Hal ini, imbuh Agustin, tentu saja sejalan dengan misi Univesitas Brawijaya sebagai world class university dan misi ITP untuk go international. Di Indonesia sendiri, sertifikasi ini baru didapatkan Institut Pertanian Bogor pada tahun 2010. Sehingga UB merupakan PT ke dua yang mendapatkan akreditasi dari institusi bermarkas di Chicago, USA yang memegang hak memberikan sertifikasi program studi ilmu pangan sedunia sejak tahun 1966 .

Dipaparkan Agustin, untuk mencapai kondisi kurikulum sesuai standar internasional bukanlah hal yang mudah dan penuh perjuangan. Sejak tahun 2010 telah dilakukan persiapan dan upaya penyesuaian kurikulum yang ditetapkan oleh IFT.
Upaya pengembangan dan penyempurnaan kurikulum dilakukan dalam kurun waktu hampir dua tahun. Antara lain dengan mengundang pakar pangan Prof. Clair Hicks dari University of Kentucky, salah satu universitas yg sudah diakreditasi oleh IFT.
“Setelah itu draft kurikulum digodok bersama serta mengaplikasikan langsung dalam PBM. Selain itu, tentu saja penyiapan fasilitas fisik laboratorium dan pilot plant terus diupayakan sehingga layak sesuai standar internasional yang telah ditetapkan IFT. Disamping penyiapan borang dan dokumen pendukung yang dibutuhkan agar mendapatkan status approved dari IFT terus dilakukan. Meskipun kurikulum kami mengacu kepada standar internasional namun potensi lokal tetap kami angkat sebagai unggulan dengan keunikan yang khas,” ungkapnya.

Kerja keras seluruh civitas akademika Jurusan Teknologi Hasil Pertanian selama hampir 2 tahun akhirnya membuahkan hasil. Diceritakan Agustin, bahwa proses review dan konfirmasi borang oleh pihak reviewer dari Amerika dilakukan melalui teleconference di UPPTI hari Kamis, 25 Oktober 2012 pada pukul 20.25 WIB.

Pada Teleconference dilakukan interview oleh 3 reviewer dari IFT yang dipimpin langsung oleh Profesor Wayne Iwaoka sebagai lead reviewer. Teleconference selain dihadiri oleh Ketua Jurusan sebagai penanggung jawab utama, hadir pula Profesor Dr. Ir. Simon Bambang Widjanarko, M. App. Sc, Profesor Dr. Ir. Harijono, M. App. Sc, Ketua Program Studi Sarjana, Dr. Ir. Widya Dwi Rukmi, MP, Dita Wijayanti, MP dan Ahmad Zaky Mubarak, MP. Tampak juga Dr. Ir. Elok Zubaidah, MP, Dr. Ir. Sudarminto Setyo Yuwono, M. App. Sc., Dr. Ir. Tri Dewanti, Dr. Teti Estiasih, MP , Endrika, MP serta Ketua Unit Jaminan Mutu (UJM) Jurusan THP, Indria Purwatiningrum, STP, MSi.

Sebelumnya, lanjut Agustin, pengiriman dokumen dan borang akreditasi kepada IFT dilakukan pada awal bulan September, setelah itu langsung dilakukan proof reading oleh reviewer. Dan sebulan kemudian, yakni bulan Oktober dilakukan interview melalui teleconference.
Hal terpenting yang perlu diingat adalah beratnya konsekuensi yang harus dipikul setelah mendapatkan status approval dari IFT adalah kewajiban untuk melaporkan perkembangan baik perkembangan kurikulum maupun fasilitas fisik setiap tahun. Ditegaskan oleh Agustin, bahwa tIdak menutup kemungkinan pihak IFT akan mengadakan visitasi ke UB berkaitan dengan proses monitoring ini.
“Jadi perkembangan kita akan selalu dipantau terus oleh IFT. Karenanya, kita harus sesegera mungkin melakukan pengembangan sarana fisik dari fasilitas pendidikan yang kita punyai terutama kelengkapan fasilitas laboratorium dan pilot plant,” lugas lulusan program doctoral Bioteknologi Osaka University Jepang ini.

Selain itu, dipaparkan dosen yang pernah melakukan penelitian di University of Kentucky pada tahun 2009 dan 2010 tersebut, mahasiswa ITP yang secara tiga tahun berturut-turut menjuarai International Food Competition yang diselenggarakan oleh IFT juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam pemberian status approved oleh IFT.

Akreditasi ini akan berlaku hingga 5 tahun ke depan dimana setiap tahunnya ITP harus mengirimkan laporan perkembangan (annual progress report) per bulan Agustus. Dan setelah 5 tahun berjalan, harus dilakukan proses re-approval lagi.

Keuntungan lain signifikan akan diperoleh ketika sudah mendapatkan approval dari IFT antara lain terbuka lebar kerjasama dengan pihak universitas di luar negeri, student exchange dan mahasiswa punya akses utk mendapatkan beasiswa dari IFT. Dan tentu saja, kesempatan ITP UB menjadi pilihan mahasiswa dari mancanegara untuk belajar ilmu teknologi pangan.

“Bagian tersulit adalah mempertahankan status ini. Untuk itu, kami sangat membutuhkan dukungan penuh dan komitmen dari fakultas dan juga universitas khususnya untuk mengembangkan fasilitas laboratorium dan pilot plant sesuai standar IFT sebagai tolok ukur kelayakan fisik,” tandas Agustin. (elr)

1 Comment

  1. […] Pertanian (FTP) yang juga baru saja meraih akreditasi internasional dari IFT-USA (selengkapnya baca disini). Filed under: […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian