Kajian Internal Peduli Pangan HIMALOGISTA : Pentingnya Perlindungan Konsumen Terhadap Kehalalan Produk Makanan

Pelatihan Brownies Terong dan Selai Mawar oleh Himapunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian
Oktober 7, 2019
Dosen FTP Sediakan Air Sehat Siap Minum di SDIT Insantama Malang
Oktober 7, 2019

Kajian Internal Peduli Pangan HIMALOGISTA : Pentingnya Perlindungan Konsumen Terhadap Kehalalan Produk Makanan

Saat ini halal sudah menjadi standart global dalam penyedian produk makanan mulai produk lokal sampai produk-produk yang modern. Menurut Riaz (2012), diperkirakan 70% muslim diseluruh mancanegara mematuhi beberapa batasan yang terkait dengan makanan halal, seperti menghindari daging babi dan turunannya. Akibat hal tersebut banyak perusahaan yang mengembangkan produk halal, sehingga menciptakan fase pertumbuhan pasar makanan halal yang kuat selama dekade ini. Tidak hanya untuk orang muslim, namun kehahalal produk juga merambat pada non-muslim. Sehingga di berbagai Negara kehalalan suatu produk makanan terus dikembangkan dan dikaji.

Source: www.halalmui.org

Menurut data sertifikat halal LPPOM MUI pada tahun 2018 sebayak 727,617 produk bersertifikasi halal. Namun hal tersebut belum semua produk memiliki sertifikasi halal khususnya yaitu banyaknya produk industri kecil yang belum berlabel halal. Pada tahun ini tanggal 17 Oktober 2019 pemerintah akan memastikan semua produk dari usaha mikro, kecil, dan menengah akan bersertifikat halal. Sehingga Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) akan berkerjasama dengan kementerian atau lembaga terkait, Lembaga Pemeriksaan Halal (LPH) dan majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk pemeriksaan dan pengujian serta melakukkan sosialisasi kepada UMKM terkait penetapan kehalalan suatu produk.

Perlabel halal ditujukan selain untuk usaha pangan juga untuk produsen domestike dan produsen pangan impor, dimana kemasan yang perlabel halal ditampilkan dalam bahasa Indonesia dengan jelas. Selain itu setiap produsen atau usaha makanan harus bertanggung jawab atas kebenaran kehalalan produknya. setiap produsen atau usaha makanan harus bertanggung jawab ataskebenaran kehalalan produknya. (Din)

Post Release selengkapnya dapat dilihat di : http://himalogista.ub.ac.id/halal-food/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian