Keren, Mahasiswa FTP Ciptakan Perisa Almond dari Ampas Tahu

Peduli Lingkungan, Mahasiswa UB Susun Database Pohon
September 22, 2020
Canggih, Inovasi Mahasiswa FTP Mampu Uraikan Sampah Plastik dengan Cepat
September 23, 2020

Keren, Mahasiswa FTP Ciptakan Perisa Almond dari Ampas Tahu

Tiga mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) menciptakan inovasi rancangan metode produksi perisa almond alami dari ampas tahu melalui proses fermentasi dengan jamur dan bakteri.

Hingga saat ini, umumnya ampas tahu hanya digunakan sebagai pakan ternak ataupun pupuk kompos. Padahal, ampas tahu masih memiliki kandungan-kandungan yang dapat diolah sebagai bahan baku produksi berbagai senyawa kimia melalui proses fermentasi. Perisa almond merupakan salah satu produk yang da[at dihasilkan dari fermentasi ampas tahu menggunakan jamur dan bakteri

Perisa almond atau essence almond adalah bahan tambahan pangan yang digunakan untuk memberikan aroma dan rasa almond pada makanan dan minuman. Perisa almond merupakan salah satu bahan tambahan pangan yang paling banyak digunakan pada produk pangan olahan. Berdasarkan data Kementrian Perindustrian 2016, setiap tahunnya Indonesia harus mengimpor 70% perisa makanan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Produksi perisa almond umumnya dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu dengan membuat perisa sintetik dari bahan kimia atau diperoleh secara alami dari ekstrak tepung dan cangkang almond. Produksi perisa sintetik dari bahan kimia menghasilkan limbah produksi yang tidak ramah lingkungan, sedangkan pembuatan perisa almond alami melalui metode ekstraksi menghasilkan produk dengan jumlah yang sangat sedikit, bergantung pada musim, dan mudah terserang hama.

Menyadari potensi yang besar dari ampas tahu dan kebutuhan perisa almond dalam negeri yang cukup tinggi, tiga mahasiswa FTP UB yang terdiri Ghina Eroz Rasman, Marza Saskia Putri, dan M. Nugrah Fadillah merancang konsep dan metode pengolahan ampas tahu menjadi perisa almond alami didampingi Rhytia Ayu Christianty sebagai dosen pembimbing.

Pada pengolahan ampas tahu menjadi perisa almond, kandungan ampas tahu akan dirubah menjadi senyawa ekstrak almond melalui proses fermentasi atau yang dapat disebut dengan biotransformasi. Pada proses tersebut, perisa almond yang diperoleh dapat dikategorikan alami karena keseluruhan proses dilakukan oleh jamur dan bakteri.

Klaim produk alami pada olahan makanan dan minuman pada saat ini sangat penting seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap efek samping produk sintetik serta gaya hidup yang lebih sehat. Penggunaan bahan tambahan seperti perisa makanan juga menjadi faktor utama suatu produk pangan dapat dikategorikan alami atau tidak.

“Pemanfaatan ampas tahu menjadi perisa almond memiliki peluang yang besar baik dalam segi ekonomi dan lingkungan. Limbah yang dihasilkan dari proses produksi dengan fermentasi sangat minimal dan mudah terurai sehingga lebih ramah lingkungan. Perisa almond alami yang diperoleh memiliki pasar yang luas seiring dengan meningkatnya trend hidup sehat dan kembali kea lam. Diharapkan aplikasi dari rancangan metode yang kami buat dapat berkontribusi mengurangi angka impor perisa makanan dimasa mendatang”. Jelas Koordinator Tim Biotransformasi Perisa Almond.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian