Keren! Mahasiswa UB Manfaatkan Elektromagnetik untuk Memacu Pertumbuhan dan Produktivitas Bawang Merah

Mau Bikin Video Company Profile Inovatif dan Ekonomis? V-COM PRO Solusinya
Juni 21, 2019
Salut, Mahasiswa FTP UB Sulap Sampah Jadi Bernilai Guna di Kampung Pemulung Malang
Juni 22, 2019

Keren! Mahasiswa UB Manfaatkan Elektromagnetik untuk Memacu Pertumbuhan dan Produktivitas Bawang Merah

Bawang merah merupakan salah satu hasil pertanian yang memiliki tingkat konsumtifitas tinggi di Indonesia. Diperkirakan kebutuhan  bawang merah akan terus meningkat pada tahun 2021 yaitu mencapai 876.479 ton (Menurut data Kementrian Pertanian 2017). Namun selama ini para petani di Indonesia hanya mengandalkan cara manual seperti penggunaan pupuk anorganik untuk dapat meningkatkan hasil produktivitas bawang merah. Dimana hal tersebut membawa beberapa dampak buruk bagi lahan pertanian dan bawang merah itu sendiri.   Selain itu cuaca yang tidak menentu dan lahan yang semakin sempit akan menjadi kendala baru bagi petani bawang merah.

Teknologi MFT (Magnetic Field Treatment) yang dikombinasikan dengan paparan medan magnet ELF (Extremely Low Frequency) merupakan teknologi yang dapat mempercepat dan meningkatkan produktivitas bawang merah dengan sederhana dan tidak menimbulkan efek panas (non-thermal). Hal ini dikarenakan paparan medan magnet dapat mempercepat aktivitas kerja enzim yang terkandung di dalam bibit sehingga  mempengaruhi germinasi, ukuran umbi, dan tinggi batang dari bawang merah.

Oleh karena itu, tim PKM dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya yang beranggotakan Wahyu Triyanto, Indah Trisha Farmana, Wahyu Dhiki Saputro dengan Dosen Pembimbing Joko Prasetyo, STP, M.Si menciptakan sebuah inovasi alat dengan judul “E-GROPLACE (Electromagnetic Growth Plant Accelerator) Inovasi Alat Pemacu Pertumbuhan dan Produktivitas Bawang Merah Berbasis MFT (Magnetic Field Treatment) Sebagai Upaya Mewujudkan Smart Green Agriculture”. Hasil uji menggunakan E-GROPLACE nilai tertinggi diketahui untuk pemaparan medan magnet 0,06T dengan waktu 30 menit,  pertumbuhan tanaman bawang merah dapat meningkat hingga 54% dibanding bawang merah kontrol. Demikian diharapkan inovasi alat ini dapat membantu para petani di Indonesia dalam meningkatkan produktivitas bawang merah dengan kualitas yang baik. (dse)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian