KKN Mapres FTP 2012

Lokakarya Jurnal Online
Januari 16, 2012
JADWAL PKM TAHUN 2012
Januari 25, 2012

KKN Mapres FTP 2012

FTP– Sebanyak 32 mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) diberangkatkan Pembantu Dekan III, Dr. Ir. Elok Zubaidah, MP melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Berprestasi (Mapres) , Selasa (24/1) pagi.

“Rombongan peserta dibagi menjadi tiga kelompok dan akan diantar menuju tiga lokasi KKN Mapres di Desa Ngantru, Pandansari dan Baturejo yang terletak di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang, ” terang Elok.

Diterangkannya lebih lanjut, KKN Mapres merupakan program rutin kemahasiswaan FTP tersebut sedianya dilaksanakan mulai 24 Januari sampai dengan 8 Pebruari mendatang.  Peserta kebanyakan berasal dari mahasiswa angkatan 2008 baik jurusan THP, TIP dan TEP. Bersama para dosen pembimbingnya yakni, Wenny Bekti Sunarharum STP. M. Food. St, Yusron Sugiarto, STP. MP, M. Sc dan Hendrix Yulis Setyawan, STP, M. Si, bakal menggali dan mengembangankan potensi lokal daerah setempat sebagai perwujudan sumbangsih kepada masyarakat luas.

“Menurut hasil pelaksanaan KKM Mapres tahun 2009 dan survey lapang, sebenarnya banyak potensi lokal yang belum tergarap secara optimal. Seperti durian sebagai komoditas unggulan pertanian setempat serta produk susu sapi perah sebagai produk unggulan peternakan,”  paparnya.

Selain itu, imbuhnya, banyak potensi lain dari daerah yang secara geografis berada di ketinggian 500 m dpl terletak di Malang bagian Barat berbatasan dengan Kabupaten Blitar, Kediri dan Batu berjarak 50 km dari kota kabupaten Malang ini yang dapat dikembangkan. Seperti  banyak terdapat tamanan enceng gondok yang sebenarnya dapat diolah sebagai bahan pupuk organik dan pakan ternak  juga pemanfaatan limbah kotoran ternak sebagai bahan baku biogas.

“Rencananya di lokasi mahasiswa akan melakukan referensi kegiatan kepada masyarakat setempat mengenai pemanfaatan ulang produk olahan pisang, pengolahan susu sapi yang memenuhi standar kualitas dan hegienis, pengolahan enceng gondok menjadi pupuk organik dan penyuluhan mengenai bagaimana cara memproses perijinan PIRT Derindag untuk produk olahan pangan produksi UKM setempat,” pungkasnya. [elr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian