KMTL Goes To School, Mengabdi dari Hati untuk Negeri

Kuliah Tamu Evaluasi Penataan Pengelolaan dan Pemantauan LIngkungan Hidup
April 18, 2019
Dosen TIP Ikuti Outbound Staf Visit ke University of Southampton dan Birmingham City University, Inggris
April 19, 2019

KMTL Goes To School, Mengabdi dari Hati untuk Negeri

Menjadi mahasiswa berarti harus siap mengabdi untuk bangsa. Tak lepas dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari pendidikan, penelitian, dan pengabdian, mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Brawijaya turut terjun langsung ke lapangan untuk menerapkan salah satu di antaranya, yaitu pengabdian. Bentuk pengabdian dari mereka adalah dengan mengadakan rangkaian acara bernama KMTL GTS 2019 (Keluarga Mahasiswa Teknik Lingkungan Goes To School 2019).

KMTL GTS 2019 sendiri merupakan sebuah bentuk pengabdian dari mahasiswa baru Teknik Lingkungan Universitas Brawijaya (TL UB) dengan tujuan untuk mengenalkan kepada siswa sekolah dasar tentang pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan sejak dini. Acara tersebut termasuk ke dalam rangkaian kaderisasi untuk mahasiswa TL UB. Tahun ini mereka berkesempatan untuk melaksanakan acara di SDN 01 Bocek, Karangploso, Kabupaten Malang. Acara tersebut terdiri dari 3 rangkaian dengan waktu yang berbeda-beda, yakni pada tanggal 30 Maret, 6 April, dan 13 April 2019.

KMTL GTS tahun ini berhasil membawakan acara dengan tema JUNGLE FUN, yang merupakan singkatan dari “Jaga Lingkungan, Gapai Cita, dan Lestari Alam dengan suasana yang fun”. “JUNGLE FUN mengajarkan kepada siswa untuk menjaga lingkungan, menggapai cita-cita, dan melestarikan alam,” ucap Althof selaku Ketua Pelaksana acara KMTL GTS 2019. Selain itu, setiap rangkaian dari acara tersebut memiliki temanya masing-masing. Sehingga setiap rangkaian memiliki tema yang berbeda-beda.

Rangkaian pertama KMTL GTS 2019 dilaksanakan pada tanggal 30 Maret dengan membawa tema “GAJAH & MELATI (Gapai Asa Jelajah Sampah & Mewujudkan Lingkungan Lestari)”. Rangkaian tersebut berisi edukasi sampah yang berupa penyampaian materi tentang perbedaan sampah organik dan anorganik, serta bagaimana cara pengelolaannya. Para siswa menyambut acara tersebut dengan suka cita, terlihat dari keterlibatan mereka pada saat menerima materi yang diberikan.

Tidak hanya dalam bentuk materi, mahasiswa TL UB yang bertugas menjadi pendamping di setiap kelas juga memberikan games. Hal tersebut diberikan kepada siswa agar mereka tidak bosan saat acara berlangsung. Siswa juga diajak membuat pohon harapan, di mana mereka dapat menggantungkan kertas yang bertuliskan cita-citanya masing-masing pada pohon tersebut. Setelah itu, mereka juga menghias dan mengecatnya. Wah, seru sekali ya! Hingga tak terasa rangkaian pertama berakhir dan ditutup dengan review. Dengan adanya review, siswa dapat memahami esensi yang terdapat pada setiap kegiatan dan mengambil pelajaran di dalamnya.

Seminggu kemudian, acara kembali dilakukan sebagai rangkaian yang kedua. Rangkaian tersebut dilaksanakan pada tanggal 6 April dengan tema “MERAK & DAHLIA (Membuat Karya Kreatif & Badan Sehat Lingkungan Indah). Rangkaian kedua dimulai dengan materi mengenai kebersihan diri. Di sini, siswa diajarkan mengenai cara cuci tangan yang dilakukan secara baik dan benar. Antusiasme para siswa sangat luar biasa, karena mereka mengikutinya dengan baik dan ceria. Para siswa mengikuti praktik mencuci tangan dengan baik dan benar. Di situlah mereka menjadi lebih paham tentang bagaimana caranya mencuci tangan.

Kegiatan pada rangkaian ini dilanjutkan dengan membuat karya kreatif berupa menghias botol untuk vertical garden dan membuat sapu dari botol bekas. Pembuatan karya tersebut dibagi sesuai dengan kelasnya. Jadi, kelas 1, 2, dan 3 mendapat tugas untuk menghias botol vertical garden, sedangkan kelas 4, 5, dan 6 membuat sapu dari botol bekas. Panitia menyiapkan pembagian tugas untuk membuat karya kreatif tersebut secara berbeda karena sesuai dengan tingkat kesulitannya. Sehingga setiap kelas dapat mengerjakannya secara mudah.

Pendamping setiap kelas juga turut mengawasi dan membantu para siswa pada pembuatan karya. “Jadi pendamping itu juga harus sabar. Sabar menghadapi adik-adik yang susah diatur dan harus sabar ngejelasin pakai kata-kata yang sederhana biar mereka ngerti,” ucap Hafidha yang bertugas sebagai pendamping kelas 6. Mereka membimbing siswa SD tersebut dengan sabar dan tenang, karena ternyata butuh kesabaran yang lebih untuk mengajar anak usia SD.

Pembuatan karya kreatif dilanjutkan dengan mengecat slogan tentang lingkungan. Acara berlangsung sangat seru, walaupun ada siswa yang bermain-main menggunakan cat dengan mengoleskannya pada muka. Tingkah laku anak SD memang ada-ada saja, ya. Namun hal itu tidak menghambat jalannya acara. Mereka akhirnya berhasil menyelesaikan tugas untuk mengecat slogan tersebut. Setelah kegiatan mengecat slogan, siswa diajak untuk membersihkan lingkungan sekolah. Kegiatan ini sesuai dengan tema rangkaian kedua, yakni lingkungan indah. Rangkaian kedua acara KMTL GTS 2019 ditutup dengan review kegiatan, sehingga siswa bisa mengingat dan mengambil pelajaran dari setiap kegiatan.

Hingga pada akhirnya, rangkaian acara ketiga tiba. Acara tersebut merupakan acara yang terakhir sekaligus menjadi acara penutup kegiatan KMTL GTS 2019. Rangkaian ketiga tersebut dilaksanakan pada tanggal 13 April 2019 dengan tema “SAPI & LAVENDER (Senam Pagi dan Lestari Alam dengan Vertical Garden)”. Sesuai dengan tema tersebut, kegiatan yang dilakukan pada rangkaian ketiga diawali dengan senam pagi. Senam pagi tersebut diikuti oleh seluruh siswa SD beserta panitia. Dengan semangat, siswa dan panitia mengikuti instruktur senam yang ada di barisan paling depan. “Aku seneng apalagi waktu lihat anak-anak ikut senam. Walaupun agak lupa, aku tetep lanjutin senamnya,” ucap Ridiela, selaku instruktur senam pagi.

Setelah senam pagi, siswa SDN 01 Bocek dimobilisasi untuk melakukan kegiatan selanjutnya. Untuk kelas 1, 2, dan 3 diarahkan menuju ke ruangan untuk menonton video after movie KMTL GTS persembahan dari panitia, sedangkan kelas 4, 5, dan 6 diarahkan untuk membuat vertical garden. Begitu pula sebaliknya, setelah menonton after movie, kelas 1, 2, 3 secara bergantian juga turut berkontribusi untuk membuat vertical garden dan kelas 4, 5, 6 masuk ke dalam ruangan untuk menonton video after movie. Agar tidak membosankan, kegiatan selanjutnya adalah games yang berupa estafet sarung. Pendamping kelas juga turut membimbing dan meramaikan games tersebut. Para siswa terlihat sangat bahagia dan menikmati games dengan seru. Dengan adanya games tersebut, para siswa dan pendamping menjadi lebih dekat satu sama lain.

Pada rangkaian ketiga tersebut, juga diadakan penampilan dari panitia untuk para siswa. Panitia mempersembahkan penampilan yang berupa menyanyi bersama anak-anak. Penampilan tersebut sangat meriah, karena siswa SDN 01 Bocek turut menyanyi dan menunjukkan bakatnya tersebut di hadapan banyak orang. Karena sudah berlangsung penampilan, maka sudah tiba saatnya acara penutupan. Acara penutupan dipimpin oleh Kepala SDN 01 Bocek serta penyerahan plakat dari Ketua Pelaksana KMTL GTS 2019.

Para siswa kembali dimobilisasi ke dalam kelas untuk melakukan sesi perpisahan dengan para pendamping. Suasana haru menyelimuti setiap kelas. Bahkan ada pula siswa yang menangis karena tidak mau berpisah dengan para pendampingnya. Hal itu menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa Teknik Lingkungan. Karena selain mengajarkan kepada siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan, mereka juga mendapatkan banyak kasih sayang dari adik-adik SDN 01 Bocek.

Di situlah tujuan KMTL GTS 2019 yang sesungguhnya. Bahwa pengabdian adalah tentang pengorbanan, kesabaran, dan menyebarkan banyak kebaikan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian