KMTL Social Project 2020

Pengumuman Update Data SIAM
September 4, 2020
Pengumuman Pemenang Lomba Cipta Mars dan Hymne FTP 2020
September 10, 2020

KMTL Social Project 2020

Mahasiswa sebagai agent of change diharapkan bisa memberikan kontribusi yang nyata untuk perubahan yang lebih baik. Kontribusi ini diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat dalam permasalahan yang ada. Setiap Perguruan Tinggi wajib melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Karenanya Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Brawijaya melaksanakan suatu bentuk pengabdian masyarakat dengan rangkaian acara yang bernama KMTL Social Project 2020.

KMTL Social Project 2020 merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa Teknik Lingkungan yang bertujuan untuk membantu tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Sustainable Development Goals (SDG’s). SDG’s sendiri merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia untuk mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan serta melindungi lingkungan dan diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030. Terdapat

Diakibatkan adanya pandemi Covid-19, Indonesia pun menetapkan suatu protokol Kesehatan dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang juga berdampak terhadap acara KMTL Social Project ini. Oleh karenanya, para panitia KMTL Social Project menyusun sebuah acara yang masih bisa terlaksana walaupun dalam pandemi Covid-19 ini. Dengan berlandaskan semangat mahasiswa untuk mengabdi dan juga membangun negeri, para panitia KMTL Social Project berhasil membuat sebuah konsep acara pengabdian masyarakat tetapi masih menerapkan standar protokol kesehatan.

KMTL Social Project pada tahun ini memiliki tema Geranium sibbaidioide (Gerakan Indonesia Mendukung SDG’s 2030). Memiliki makna bahwa kita mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Brawijaya 2019 yang tersebar di Indonesia, tepatnya di 50 daerah di Indonesia, mendukung terwujudnya Sustainable Development Goals (SDG’s) dengan cara mengundang warga sekitar tempat tinggal panitia atau kenalan panitia sebagai peserta lalu menjelaskan materi dan diakhiri dengan melakukan aksi pembuatan suatu alat. Akan tetapi, hanya ada 3 SDG’s yang diangkat dalam acara ini, yaitu SDG’s 6 (Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG’s 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG’s 15 (Ekosistem Daratan).

Rangkaian pertama KMTL Social Project 2020 dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus dengan membawa tema Summer (Sosialisasi untuk Mewujudkan Indonesia Berkelanjutan). Memiliki makna bahwa dalam rangkaian ini akan dipaparkan penjelasan tentang Sustainable Development Goals (SDG’s) kepada masyarakat dan diharapkan dapat diterapkan oleh masyarakat dan membantu terwujudnya Sustainable Development Goals (SDG’s).

Bukan hanya menjelaskan dalam bentuk materi saja tetapi mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Brawijaya juga mengadakan sesi tanya dan juga kuisioner diakhir rangkaian dengan harapan apa yang sudah dijelaskan dapat dimengerti dengan baik. Juga pada saat penyampaian terdapat konsumsi yang telah disediakan oleh panitia untuk disantap oleh peserta yang datang.

Keesokan harinya, acara kembali dilakukan sebagai rangkaian yang kedua. Rangkaian tersebut dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus dengan tema Autumn (Aku Siap untuk Mewujudkan Pembangunan Indonesia Berkelanjutan) memiliki makna bahwa kita sebagai mahasiswa teknik lingkungan 2019 siap melakukan aksi demi mewujudkan Sustainable Development Goals (SDG’s).

Pada rangkaian aksi ini tepatnya pada SDG’s 6, bagi panitia yang mengangkat topik SDG’s tersebut melakukan aksi membuat suatu filter air yang fungsinya dapat menyaring air kotor untuk menjadi lebih bersih dan lebih layak lagi. Akan tetapi, pemeran utama dalam pembuatan alat tersebut adalah para peserta yang hadir. Para panitia hanya membantu jika ada yang kebingungan dalam membuat alat tersebut.

Bagi panitia yang mengangkat topik SDG’s 13 di daerahnya, bersama dengan peserta yang hadir membuat suatu Takakura yang merupakan alat untuk mengkomposkan sampah dedaunan kering yang ada di sekitar kita. Sama seperti SDG’s 6, pemeran utama dalam pembuatan alat ini adalah para peserta. “Sukses acaranya, iso iso iso,” ujar Tomi selaku peserta acara.

Bagi panitia yang mengangkat topik SDG’s 15 di daerahnya, bersama dengan peserta yang dating membuat alat yang dinamakan biopori, Alat ini merupakan alat yang digunakan untuk membantu daerah yang daerah resapan airnya itu sulit. Sama seperti SDG’s 6 dan 13, pemeran utama dalam pembuatan alat ini juga adalah para peserta. “Kalau kegiatannya seseru dan edukatif gini mah besok-besok harus diadain lagi,” ucap salah satu peserta acara.

Setelah menunggu selama 1 minggu tibalah rangkaian terakhir dari KMTL Social Project 2020, yaitu Monitoring. Tidak seperti rangkaian yang lain nama pada rangkaian ketiga ini sangat unik dikarenakan tidak menggunakan suatu singkatan. Pada rangkaian ini tepatnya pada tanggal 6 September, seluruh panitia melakukan monitoring dengan cara mensurvei kembali alat yang telah dibawa oleh peserta dan menanyakan sedikit pertanyaan mengenai keadaan alat tersebut juga keluhan-keluhan yang ada kepada peserta. Pada tanggal 20 diadakan kembali rangkaian monitoring tersebut dengan alasan yang sama yaitu memastikan dan mengecek alat yang telah dibuat dan menanyakan keluhan yang ada pada peserta.

“Adanya pandemik bukan menjadi alasan bagi kita untuk berhenti berdampak kepada lingkungan dan sekitar,” ujar Aghits selaku Ketua Pelaksana KMTL Social Project 2020 kepadad seluruh panitia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian