Komhandan, Ikan Asin Non Formalin Karya THP FTP

Peniadaan Kegiatan Perkuliahan/ Praktikum tanggal 1 Juni 2014
Mei 30, 2014
Closing Ceremony Dies FTP ke-16
Juni 1, 2014

Komhandan, Ikan Asin Non Formalin Karya THP FTP

Z13Mengusung semangat mempopulerkan hidup sehat dan cinta kasih sesama manusia melatari keempat mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (THP) yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknologi Pertanian (PKM-M FTP) menciptakan inovasi produk ikan asin dengan pengawet alami bernama “Komhandan.”

Tim PKM-M yang beranggotakan Ali Wafa, Annisa Ulfah, Oty Kiki, dan Moh Arham dibawah bimbingan Endrika Widyastuti, SPt.M.Sc. ini memilih nama Komhandan karena menggunakan kombinasi teh dan daun pandan sebagai pengawet alami pada produk ikan asinnya.

Pemilihan teh karena mempunyai kandungan tanin, flavonoid sebagai anti mikroorganisme. Sementara daun pandan berkhasiat sebagai anti bakteri berkat kandungan saponin dan fenol. Kedua unsur alami digunakan untuk menggantikan formalin sintetis sebagai pengawet produk ikan asin. Terbukti penggunaan kombinasi teh dan daun pandan ternyata mampu menghasilkan rasa yang lebih lezat dan memperpanjang umur simpan ikan asin. Keunggulan lain adalah kemudahan mencarinya, sebab teh dan daun pandan cenderung lebih mudah ditemui dimana saja daripada formalin yang hanya dapat dibeli di toko tertentu.

Proses pembuatan ikan asin ini juga relatif sederhana. Dengan menggunakan ikan Layang sebagai bahan baku, ikan segar yang telah dibersihkan dicampur garam dan larutan komhandan. Ikan yang sudah terpapar larutan ini kemudian dikeringkan dengan dijemur selama 2-3 hari. Selanjutnya tinggal dikemas dan siap jual.

Adapun misi cinta kasih sesama diusung lewat sosialisasi produk yang ditujukan kepada para janda anggota PKK Desa Tambakrejo – Sendangbiru, Kabupaten Malang, Senin (19/05/2014).  “PKM-M ini bertujuan untuk menjadikan Desa Tambakrejo sebagai sentra produsen ikan asin  non formalin karena menggunakan alternatif pengawet alami berupa teh dan daun pandan, kami juga berharap program ini dapat meningkatkan income perkapita ibu ibu sehingga pada akhirnya akan mengoptimalkan ekonomi Desa Tambakrejo” jelas Ali Wafa selaku ketua tim dihadapan sekitar 60 undangan di balaidesa Tambakrejo.

Z14“Kami berharap PKM-M ini terus berlanjut karena memberikan dampak positif yang sangat signifikan. Terutama sebagai tambahan penghasilan ibu-ibu PKK Desa Tambakrejo yang sebagian besar merupakan janda dan tidak berpenghasilan tetap selain mengandalkan dari bertani musiman,” demikian disampaikan Ny Prasetyaningsih, ketua PKK Desa Tambakrejo diakhir perjumpaan. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian