Kuliah Tamu Polusi Logam Berat di Tanah Pertambangan dari Tohoku University Jepang

Farewell Party Siswodjoyo
Februari 21, 2019
Seminar Job Interview
Februari 25, 2019

Kuliah Tamu Polusi Logam Berat di Tanah Pertambangan dari Tohoku University Jepang

Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya menyelenggarakan kuliah tamu bertema “Heavy Metal and Arsenic Pollution and Risk Assesment of Soil in Mining Area,” Kamis (21/02/2019) di Aula FTP lantai II. Menghadirkan Prof. Noriyashi Tsuchiya dari Graduate School of Environmental Studies, Tohoku University – Jepang, kuliah tamu yang dimulai pukul 13.00 WIB ini dipadati sekitar 200 mahasiswa Teknik Lingkungan jurusan Keteknikan Pertanian.

Dalam paparannya Prof. Noriyashi Tsuchiya menjelaskan bahwa polusi tanah akibat logam berat sangat berbahaya bagi kesehatan lingkungan. Tidak saja bagi manusia namun juga bagi tanaman dan hewan. Buah dan sayuran yang ditanam di area tercemar dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius bila dikonsumsi manusia dan hewan. Selain itu, tanah yang tercampur logam berat juga dapat mengganggu kesuburan tanaman.

Lebih lanjut Prof. Noriyashi Tsuchiya menjelaskan bahwa di saat ini di Jepang sebagian besar lahan pertambangan telah ditutup, karena mempertimbangkan dampak lingkungannya. “Pemerintah Jepang sangat concern terhadap kesehatan lingkungan sehingga limbah bekas pertambangan akan mengalami treatment netralisasi terlebih dahulu untuk mengurangi kadar keasaman dari sisa air asam tambang. Tidak adanya penanganan terhadap lahan bekas tambang juga akan menyebabkan area tersebut tercemar oleh banyak jenis kandungan logam berat seperti Pb, Cu dan Zn. Padahal limbah ini menyebabkan pencemaran serius terhadap lingkungan. Bahkan jika kandungan logam beratnya melebihi ambang batas dapat saja mempunyai sifat racun yang sangat berbahaya bagi lingkungan dan manusia, sehingga diperlukan treatment, ” paparnya.

Selain menjelaskan bahaya tanah pertambangan yang telah tercemar logam berat, Prof. Noriyashi Tsuchiya juga memaparkan tentang sumber energi geothermal. “Saat ini geothermal kembali giat dikembangkan sebagai salah satu sumber energi alternatif. Indonesia merupakan wilayah yang memiliki banyak gunung berapi sehingga mempunyai potensi geothermal yang besar sebagai salah satu alternatif energi terbarukan,” paparnya. (dse)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian