Kultam Teknologi Cell Lines, Taiwan

Seminar Ilmiah Nasional IATPI X 2014
Agustus 6, 2014
Pengumuman Daftar Ulang Semester Ganjil TA 2014/2015
Agustus 13, 2014

Kultam Teknologi Cell Lines, Taiwan

Z1Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian (THP FTP) Universitas Brawijaya (UB) menggelar Kuliah Tamu bertema “The Use of Cell Lines in In Vitro Analysis on Food Research“, Selasa (12/08/2014) di Aula Gedung FTP lantai 2. Kuliah tamu yang yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menghadirkan Prof. Tzou-Chi Huang, pakar nutrigenomic (ilmu yang mempelajari kaitan nutri dan gen-red) dan Food Biotechnology dari National Pingtung University of Science and Technology Taiwan.

Acara yang dibuka langsung oleh Pembantu Dekan I FTP, Dr.Ir. Bambang Dwi Argo, DEA ini dihadiri oleh 100 undangan dari kalangan dosen FTP, Fakultas Kedokteran (FK UB), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA UB), mahasiswa program pasca sarjana FTP (S2 – S3), anggota Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Malang, dan perwakilan Pusat Penelitian dan Pengembangan Porang Indonesia (P4I) Universitas Brawijaya. Dalam sambutannya Dr. Bambang Dwi Argo  menjelaskan tentang ketiga jurusan yang ada di FTP UB. Saat ini FTP UB merupakan FTP terbesar di Indonesia dalam hal jumlah mahasiswa. Banyak prestasi yang telah diraih FTP UB baik dalam hal akademis maupun non akademis, dalam skala nasional maupun internasional. Sebagai salah satu fakultas unggulan di Universitas Brawijaya sangatlah penting bagi FTP untuk terus menjaga mutu dan menambah pengetahuan seputar perkembangan teknologi pertanian di luar negeri.

Sementara itu ketua pelaksana kegiatan Ir. Aji Sutrisno, M.Sc. Ph.D. didampingi panitia lainnya, Endrika Widiyastuti, S.Pt. MP. M.Sc. dan Rista Anggriani, STP. MP. M.Sc. memaparkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan Cell Lines dalam ranah penelitian di Indonesia. “Kuliah tamu bertema Cell Lines ini baru pertama kali diselenggarakan di FTP. Padahal teknologi Cell Lines telah berkembang pesat di luar negeri, terutama di kawasan Asia Timur (Korea, Jepang, Taiwan dan China).  Cell Lines merupakan alternatif penggunaan tikus atau hewan lainnya pada metode  analisa karena lebih efisien dan mampu meminimalisir faktor error,” jelasnya.

Kegiatan ini terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama membahas basic of cell lines experiment yang terdiri dari materi tentang nutrigenomics, inflammation dan immunomodulation. Sesi kedua setelah makan siang membahas materi tentang cell model for immunoregulatory, cell model for antiinflammatin serta set up experience by video.

Dalam nutrigenomik dipelajari bagaimana komponen-komponen makanan mempengaruhi proses yang terjadi dalam sel dan jaringan. Sementara inflammation merupakan respon dari suatu organisme terhadap patogen dan alterasi mekanis dalam jaringan, Inflammation atau inflamasi distimulasi oleh faktor kimia (histamin, bradikinin, serotonin, leukotrien, dan prostaglandin) yang dilepaskan oleh sel yang berperan sebagai mediator dalam sistem kekebalan untuk melindungi jaringan sekitar dari penyebaran infeksi. Imunomodulator adalah substansi yang digunakan yang mempengaruhi sistem imun. Secara umum ada dua kategori imunomodulator berdasarkan efeknya yaitu imunosupresan and imunostimulator.  Imunosupresan adalah bahan yang menekan respon imunitas sementara imunostimulator adalah bahan yang meningkatkan kinerja sistem imun.  Setelah pemaparan contoh contoh sel yang berperan sebagai antiinflamasi dan cell model for immunoregulatory, kegiatan ini diakhiri dengan penayangan video tentang teknologi cell lines. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian