Kuliah Tamu Warwick University – UK

Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Maret 27, 2019
Pengumuman Pengambilan Trasnkrip Periode IX TA 2018/2019
Maret 29, 2019

Kuliah Tamu Warwick University – UK

Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya mengadakan kuliah tamu dari Warwick University – United Kingdom, Rabu (27/03/2019). Menghasilkan Prof. Tim Bugg dan Dr. Guy Barker dari Warwick University, kuliah tamu yang dipadati 500 mahasiswa berbagai angkatan jurusan Teknologi Industri Pertanian ini dilaksanakan di Aula FTP lantai 2 mulai pukul 09.00 WIB.

Dalam materinya, Prof Tim Bugg menjelaskan tentang degradasi lignin oleh enzym bakteria untuk pembentukan bahan kimia terbarukan dari lignoselusa.  “Lignoselulosa terdiri atas  lignin, selulosa, dan hemiselulosa. Sementara lignin merupakan polimer aromatik yang ditemukan dalam komponen lignoselulosa dinding sel tanaman. Kandungan lignoselulosa biomassa tanaman merupakan sumber utama karbon terbarukan yang dapat digunakan untuk menghasilkan bio-etanol melalui konversi menjadi glukosa dan fermentasi guna menghasilkan bahan baku kimia untuk tujuan komersial Namun sayangnya hambatan utama untuk mengeksploitasi karbon terbarukan ini adalah daya tahan lignin. Lignin, yang merupakan 10-30% komponen lignoselulosa, tersusun dari unit aril-C3 melalui berbagai hubungan eter C-C dan C-O yang sangat tahan terhadap degradasi,” jelasnya.

Lebih lanjut Prof. Tim Bugg juga menjelaskan bahwa beberapa jenis bakteri juga dapat mendegradasi lignin, terutama Actinomycetes seperti Streptomyces viridosporus, dan strain Nocardia dan Pseudomonas. Hasil degradasi awal adalah phenylpropanoid dimers yang dapat didegradasi oleh bakteri tanah seperti  Sphingomonas and Pseudomonas via aromatic meta-cleavage pathways,” jelasnya.

Sementara itu Dr. Guy Barker menjelaskan tentang peluang jamur sebagai pengganti bahan bakar fosil. “Saat ini energi fosil masih berkontribusi hingga sebesar 87% dari total konsumsi energi dunia. Padahal energi fosil selain mahal juga menghasilkan pembakaran yang tidak ramah lingkungan. Karenanya diperlukan energi alternatif di masa depan seiring makin langka dan mahalnya energi fosil. Diprediksi bahwa alokasi energi alternatif yang ramah lingkungan akan berperan hingga 25% dari total konsumsi energi dunia di tahun 2035. Salah satu yang berpotensi sebagai alternatif energi terbarukan pengganti fosil adalah jamur. Sekitar separuh dari berat kering sel jamur terdiri dari karbon, yang menjadi indikasi pentingnya unsur karbon pada dinding sel. Karbon tersedia dalam jumlah besar dibanding unsur lainnya sehingga berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai salah satu sumber energi pengganti fosil dimasa mendatang,” pungkasnya.

Seusai memberikan kuliah tamu, Prof. Tim Bugg dan Dr. Guy Barker yang merupakan pakar bioindustry dunia dari School of Life Science – Warwick University United Kingdom ini juga melakukan Focus Group Discussion tentang peluang kerjasama riset antara Warwick University ,UK dan Fakultas Teknologi Pertanian UB bersama jajaran dekanat, ketua jurusan dan ketua program studi di lingkunagn FTP UB.   (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian