Kuliah Tamu Water Treatment Technology

KULIAH TAMU INTERNASIONAL WASTE WATER TREATMENT
September 20, 2013
Prof. Imai : Saatnya Lebih ‘Concern’ Tangani Pencemaran Air
September 25, 2013

Kuliah Tamu Water Treatment Technology

_MG_3961Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) kembali menyelenggarakan kuliah tamu internasional mengenai Teknologi Pengolahan sumber daya air bersama Prof. Tsuyoshi Imai dari Division of Environmental Science and Engineering Graduate School of Yamaguchi University of Japan di Gedung Widyaloka, Selasa (24/9).
Kultam yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa Jurusan Keteknikan Pertanian (TEP) FTP UB tersebut menjelaskan materi berjudul Introduction the Latest Treatment Technologieson a Sewage Treatment Plant in Japan (Pengenalan Teknologi Pengolahan Terbaru dalam Pusat Pengolahan Limbah di Jepang). Dalam kuliah tamu tersebut, Prof Imai memaparkan tentang teknologi pengolahan air yang digunakan untuk mengangani pencermaran air di danau Biwa, Conan Chubu Jepang.
Imai mengatakan bahwa permasalahan pencemaran air dan pengolahan sumber daya air merupakan hal yang sangat penting bagi Jepang karena sebagian besar area geografis negara matahari terbit tersebut merupakan perairan. Beberapa permasalahan pencemaran air di Jepang antara lain laju eutrofikasi yang sangat cepat, masalah penyediaan air bersih dan kemunduran landscape serta penurunan volume tangkapan ikan sebagai salah satu komoditas utama Jepang.
_MG_3950Langkah pengendalian yang telah dilakukan Jepang, antara lain, N&P Loading Control dengan pengolahan limbah rumah tangga dari pemukiman penduduk (tinja, red), menerapkan kebijakan pengolahan limbah dan konservasi sumber daya air yang ketat di sektor industri, penggunaan pupuk yang tepat dan daur ulang penggunaan air di sektor pertanian.

“Direkomendasikan juga peningkatakan kapasitas penjernihan secara alami pada lokasi instalasi pengolahan, restorasi lingkungan alang-alang, dan manajemen lahan hijau yang tepat” ujar Imai.
Doctor of Engineering Enviromental Planning ini juga memaparkan mengenai proses pengolahan limbah yang canggih terkait dengan proses pemulihan sumber daya air di Jepang. Pengolahan limbah mengunakan Primary Sedimentation tank (Tangki Sedimentasi Utama), Tangki Reaksi Biologis (Biological Reaction Tank), metode sirkulasi dan pengolahan lumpur tinja serta pengolahan lumpur, pembakaran dan peleburan limbah, dan juga proses penjernihan air dengan metode karbonisasi.

Pengolahan limbah prinsipnya merupakan proses menghilangkan kotoran dari limbah rumah tangga dan limbah industri, baik limpasan (limbah), rumah tangga, komersial dan institusional. Ini mencakup fisik, kimia, dan proses biologis untuk menghilangkan kontaminan fisik, kimia dan biologi. Tujuannya adalah untuk menghasilkan aliran limbah cair yang aman bagi lingkungan (atau diperlakukan limbah) dan sludge (limbah padat, red) yang cocok untuk dibuang atau digunakan kembali (biasanya sebagai pupuk pertanian). Dengan menggunakan teknologi canggih, saat ini mungkin untuk kembali menggunakan limbah untuk air minum, meskipun Singapura adalah satu-satunya negara untuk menerapkan teknologi tersebut pada skala produksi.

Kuliah tamu internasional ini dibuka secara langsung Dekan FTP, Dr. Ir. Bambang Susilo, M.Agr. Sc. Dalam sambutannya, Bambang, menjelaskan, kegiatan kuliah tamu internasional kerap digelar FTP. Dengan menghadirkan narasumber berkompeten di bidangnya dari berbagai negara termasuk dari Jepang . Setelah empat hari sebelumnya menggelar Workshop mendatangkan narasumber dari Jerman yang digagas Laboratorium Sumber Daya Alam dan Lingkungan Jurusan TEP.
Tujuannya tak lain meningkatkan kualitas referensi mahasiswa mengenai ilmu bidang Keteknologian Pertanian dan perkembangannya, mengingat jumlah mahasiswa FTP tidak berbanding lurus dengan jumlah pengajar sehingga perlu dilakukan upaya menipiskan gap tersebut dengan menggelar kuliah tamu.
“Selain itu dalam rangka persiapan FTP untuk Go International dimana Jurusan Keteknikan Pertanian (TEP) tengah mempersiapkan akreditasi Asean University Network Quality Assurance (AUN-QA),” tuturnya.
Dekan juga menyisipkan pesan moral kepada audiens, selain penguasaan teknologi yang perlu dipahami bersama adalah bagaimana attitude (sikap, red) diri dalam menggunakan teknologi tersebut. Diperlukan kearifan dan kedewasaan sehingga pengaplikasian teknologi dapat menjadikan manusia yang lebih beradab bukan manusia yang sombong. [elr]_MG_3973

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian