Lithuania,Persembahan Teater Lempung FTP

Field Trip STPP Mahasiswa TEP
Juni 17, 2014
Biocyrus, Bahan Baku Bioetanol dari Rumput Teki
Juni 22, 2014

Lithuania,Persembahan Teater Lempung FTP

Teater Lempung mempersembahkan pentas tunggal bertajuk Lithuania di Aula Gedung FTP Lantai 2, Rabu (04/06/2014) mulai pukul 19.30 WIB sampai selesai.  Pementasan yang diawali musikalisasi puisi dan dihadiri 300 undangan ini merupakan program rutin tahunan teater Lempung dibawah naungan LKM Seni FTP.

Menurut Syamsuddin, (THP 2011) salah satu aktor pementasan, Lithuania ini melibatkan 6 aktor dan 19 kru yang kesemuanya merupakan mahasiswa FTP sendiri dari berbagai angkatan dan jurusan. “Sengaja kami tidak melibatkan pihak lain karena melalui karya ini kami belajar untuk mempersiapkan semua hal yang terkait pada suatu pementasan teater. Dari mulai naskah, kostum, musikalitas, artistik yang meliputi tata panggung dan tata rias pemeran, lighting, plotting, biaya, atau komponen lain diluar panggung yang mendukung kesuksesan pementasan,’ paparnya.

“Sementara ini fokus kami masih mempersembahkan sebuah karya. Kami belum memperhatikan keuntungan karena Teater Lempung berprinsip untuk menyajikan karya yang bisa dinikmati siapa saja, bukan menjual hasil karya. Selain itu pentas tunggal ini juga bertujuan untuk lebih memasyarakatkan teater pada civitas akademika FTP. Dengan pementasan ini kami harap hadirin dapat lebih mengenal Teater Lempung, apa saja yang ada di dalamnya,” demikian ditambahkan mahasiswa yang juga gemar mengasah kemampuan teaternya di alam bebas ini.

Lithuania sendiri merupakan sebuah pertunjukan teater  beraliran realis karya Ropert Brooke.  Saduran Teater Lempung kali ini disutradarai oleh Wahyu Jati (THP 2009) dengan pimpinan produksi Mahmud Husain (TEP 2012).  Lithuania menceritakan suasana kehidupan sebuah keluarga miskin yang ditinggal pergi seorang anaknya ke kota. Setelah 13 tahun berlalu, si anak hilang kembali pulang sebagai orang kaya yang tidak dikenali keluarganya sendiri. Karena keserakahan demi merebut kekayaan, ia dibunuh adik kandungnya sendiri.  Ending yang tragis karena keluarga itu baru menyadari bahwa yang mereka bunuh adalah si anak hilang setelah jenazahnya terbujur kaku. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian