Lokakarya Internal Kurikulum Program Studi S-1 FTP

Lokakarya Internal Kurikulum Program Studi S-1
Agustus 12, 2011
P2 MABA (ORDIK & ORMAWA) FTP 2011/2012
Agustus 16, 2011

Lokakarya Internal Kurikulum Program Studi S-1 FTP

Untuk menetapkan struktur organisasi yang baku berkenaan dengan pemunculan usulan pembukaan enam program studi baru menjadi latar belakang diselenggarakannya Lokakarya Internal Kurikulum Program Studi S-1 Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB), Senin (15/8), di Ruang F2.6 Gedung FTP lt2.
Demikian diterangkan Pembantu Dekan I FTP, Dr. Ir. Bambang Dwi Argo, DEA dalam acara pembukaan Lokakarya internal yang juga mengundang Prof. Dr. Ir. Mochamad Bisri, MS, perwakilan Pusat Jaminan Mutu (PJM) UB dan Prof. Dr. Ir Lilik Eka Radiati, MS selaku perwakilan dari LP3 UB.
Terlihat dosen dari ketiga Jurusan serius mengikuti pemaparan kompentensi dan kurikulum program studi baru dari masing-masing Ketua Jurusan.
Antara lain pemaparan kompetensi dan kurikulum PS Bioteknologi Pangan dan Agroindustri dan PS Nutrisi Pangan yang diusung Ketua Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP).
“Namun dari hasil rapat jurusan tanggal 5 Agustus 2011 disepakati Jurusan THP belum ada pembentukan program studi baru namun hanya peminatan saja,” terang, Agustin Krisna Wardani, STP. MSi. PhD selaku ketua Jurusan THP.

Presentasi Ketua Jurusan Teknologi Industri Pertanian (TIP) juga mengenai pemecahan Jurusan menjadi dua Minat yakni Bisnis Pangan dan Agroindustri Hasil Hutan yang kemudian diusulkan menjadi Agroindustri Perkebunan dan Kehutanan.
“Ada lima alasan mendasari Jurusan TIP hanya memilih peminatan saja. Antara lain, belum adanya slot keilmuan di DIKTI, keterbatasan SDM dan fasilitas laboratorium. Dan yang paling urgen adalah belum turunnya SK ijin operasional PS,” ungkap Dr.Ir. Wigyanto, MS.
Lain halnya dengan pemaparan Ketua Jurusan Keteknikan Pertanian, Dr. Ir. Ruslan Wirosoedarmo, MS, dimana jurusan TEP semangat dan sepakat membuka program studi baru yakni PS Teknik Sumber Daya Alam dan Lingkungan dan PS. Bioproses.
“Jurusan kami siap dan semangat membuka program studi baru,” lontarnya.
Hal mengejutkan diungkapkan, Prof. Dr. Ir. Lilik Eka Radiati, MS selaku wakil LP3 UB, kebanyakan pengajuan program studi baru tidak sesuai dengan aturan dan SOP yang telah ditentukan.
“Banyak yang menggunakan jalan bypass dengan pengajuan program studi baru langsung ke Rektor,” ungkapnya. Padahal, banyak hal yang mesti dikaji ulang seperti rasio dosen dan mahasiswa, kelayakan sarana dan prasarana termasuk laboratorium, pengembangan kurikulum dan indikator pencapaian tiap ranah core base dan kompetensinya.
Sehingga, imbuhnya, belum ada pengkajian secara mendetail mengenai standar kelayakan program studi baru tersebut.
Sejalan dengan hal tersebut, Profesor Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS selaku wakil dari PJM menyarankan agar sementara waktu tidak ada pembentukan program studi baru namun hanya program minat saja.
“Karena proses pengajuan perijinan program studi ke Dikti yang memakan waktu lama. Jangan sampai di-PTUN-kan oleh orangtua siswa lantaran meluluskan namun ijin operasional PSnya belum turun,” cetus dosen Fakultas Teknik ini.
Setelah melewati sesi diskusi yang cukup partisipatif dan aspiratif para dosen peserta untuk ikut andil menentukan pendirian program studi baru atau hanya pemecahan program studi yang lama dengan peminatan yang lebih spesifik, kegiatan ini ditutup Dekan FTP, Dr. Ir. Bambang Susilo, M.Sc. Agr.
“Sebaiknya memang jangan mengambil keputusan secara emosional. Karena itu, hasil lokakarya ini akan dirumuskan kembali oleh tim perumus sebelum hasilnya dilaporkan ke Rektor,” ujarnya.
Adapun Profesor Dr. Ir. Simon Bambang Wijdanarko, M. App.Sc, Dr. Ir. Bambang Rahardi, MS dan Dr. Ir. Susinggih Wijana, MS disebut sebagai tim perumus. (elr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian