Lomba Memasak Halal Food Fair 2014

Crumbellina, Bergizi Secantik Namanya
Mei 13, 2014
Dahlan Iskan : “Permasalahan Pangan Tidak Mungkin Diselesaikan Tanpa Campur Tangan Teknologi”
Mei 19, 2014

Lomba Memasak Halal Food Fair 2014

Z26Forum Kajian Islam Fakultas Teknologi Pertanian (Forkita) menyelenggarakan Lomba Memasak Tingkat Nasional dalam rangkaian Halal Food Fair 2014 di Samanta Krida, Jumat (09/05) dengan tema ”Be A Chef of Halal.”

Dalam sambutannya ketika membuka acara, Pembantu Dekan III FTP, Dr. Ir. Elok Zubaidah, MP., menyampaikan tentang makin pentingnya makanan halal dewasa ini.  Makanan halal hendaknya tidak hanya ketika siap dinikmati tetapi juga meliputi proses pengolahannya.  Higienitas  dan efektivitas  juga bahkan membuat kaum non muslim pun sudah mulai melirik pada teknologi pengolahan pangan halal.

Kegiatan ini melombakan aneka olahan berbahan dasar tempe dengan waktu memasak 120 menit. Unsur penilaian adalah kreativitas dengan bobot 30 poin, gizi 20 poin, rasa 20 poin, tampilan 20 poin serta kebersihan 10 poin.

Dewan juri terdiri dari ibu Enny, perwakilan Halal Thoyyib Science Center (HTSC) Universitas Brawijaya; Dr. Ir. Tri Dewanti W., M.Kes., pakar pengetahuan bahan dan pengolahan pangan serta Kiki Vibrianto, STP. M.Phil., dari FTP UB.

Tampil sebagai juara pertama adalah Tim dari Universitas Jember yang beranggotakan Alfiah Islamiah, Yuli Nur Azizah dan Afi Latul Laili dengan masakannya yang berjudul “Cup Tempe isi Cudang”.  Kreativitas mereka untuk mensubstansi terigu pada cup cake dengan tempe sehingga mendongkrak gizinya ditambah tampilan hasil akhir nan menarik membuat para juri sepakat memilih tim ini sebagai juara pertama dan berhak atas hadiah uang senilai Rp 2.000.000,- dan sertifikat.

Tim UB yang beranggotakan yang beranggotakan Ardelia Annisa Larasati, Dyah Ayu Dhamayanti  dan Afrita Ayu Sri Hartanti membawakan masakan berjudul  “Bakso Tempur Kuto” . Jika umumnya bakso sebagai makanan khas kota Malang dibuat dari daging sapi,kali ini tim tuan rumah mengkreasikannya dengan tempe.  Rasa lezat dan tingginya nilai gizi memposisikan tim ini berada sebagai juara kedua dan berhak atas hadiah uang Rp 1.500.000,-  dan sertifikat .

Juara ketiga berhak atas hadiah uang Rp 1.000.000,- dan sertifikat diraih oleh tim dari Universitas Muhammadiyah Malang yang beranggotakan Magda Tri Astuti dan Dita Amilia dengan masakan “Schotten Indonesia”.Tim ini membuktikan bahwa tempe sebagai komoditi khas Indonesia ternyata juga dapat tampil memikat dan nikmat sebagai schotten.  (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian