Mahasiswa FTP Ciptakan Ekstraktor Silika dari Limbah Abu

Dosen FTP Jadikan Blimbing Wuluh Camilan Khas Malang
September 17, 2020
Super-G, Bola Salju Ala Indonesia
September 21, 2020

Mahasiswa FTP Ciptakan Ekstraktor Silika dari Limbah Abu

Tiga mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya berhasil membuat design konsep ekstraktor silika berbahan dasar limbah abu. Design inovasi ini akan dapat mengekstrak silika dari limbah abu yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Hasil ekstraksi dari alat ini adalah serbuk silika berukuran nano dengan kemurnian tinggi yang memiliki harga jual tinggi mencapai Rp 3.000.000/kg.

Perkembangan pesat di bidang perindustrian berbanding lurus dengan banyaknya jumlah limbah yang dihasilkan. Salah satu limbah padat yang dihasilkan adalah abu. Beberapa jenis abu seperti fly ash dan bottom ash mendominasi limbah abu dari sektor perindustrian. Sedikitnya industri yang menerapkan konsep zero waste membuat limbah abu hasil pembakaran batu bara ini memiliki jumlah yang sangat melimpah. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup limbah fly ash yang dihasilkan mencapai 85 ton/hari dan limbah bottom ash mencapai 48 ton/hari. Ironisnya, limbah yang dibiarkan begitu saja ini dikategorikan sebagai limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) karena dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti penyakit saluran pernafasan kronik dan nonspesifik, pneumokoniosis, meracuni saraf manusia, serta dermatitis kulit. Pemanfaatan limbah abu ini terbilang sangat minim yakni hanya sebagai bahan pengisi bata yang memiliki harga jual yang rendah. Padahal pada limbah abu ini mengandung senyawa SiO2 sebesar 60%-70% yang dapat menghasilkan silicon dioxide dengan proses ekstraksi. Namun sayangnya proses ekstraksi silika yang ada masih dalam skala laboraturium sehingga menghabiskan waktu yang sangat lama dan menghasilkan silika dengan kemurnian yang rendah.

Berangkat dari permasalahan tersebut, 3 mahasiswa dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya yaitu Citra Divinaura Hadi (TEP 2018), Inggita Revira (TEP 2017) dan Melenio Eko Haryono (TEP 2018) membuat design konsep alat ekstraksi silika berbahan dasar limbah abu industri yang memiliki keterbaruan teknologi berupa Pulsed Electric Field dan Joule Heating yang akan membuat proses ekstraksi berlangsung lebih cepat dengan lebih efisien energi, serta menghasilkan serbuk nanosilika dengan kemurnian yang tinggi. Tidak berhenti dengan limbah abu fly ash saja, dengan variasi pemanasan dan konsentrasi senyawa kimia, alat ini akan dapat mengekstrak berbagai jenis limbah abu lainnya seperti limbah abu dari sekam padi dan limbah abu bagasse. Design ini telah mendapat silver award dalam ajang internasional The 6th Southeast Asian Agricultural Engineering Student Chapter Annual Regional Convention 2020 yang diikuti beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia dan Thailand.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian