O-MASK, Masker Berteknologi Nano Pertama di Indonesia

Autis, Penyiram Otomatis pada Budidaya Cacing Lumbricus rubelus
Mei 22, 2015
KMK Great Event 2015
Mei 25, 2015

O-MASK, Masker Berteknologi Nano Pertama di Indonesia

IMG_0018Perkembangan  dan  pertumbuhan sektor  industri semakin cepat di Indonesia yang terus menyerap buruh dan pekerja pabrik yang besar. Sayangnya, sebagian besar pekerja pabrik tersebut tidak difasilitasi dengan alat pelindung diri (APD) yang memadai selama melaksanakan pekerjaannya. Hal ini bertambah parah ketika pekerja melaksanakan pekerjaannya di ruangan tinggi polutan dan mikroorganisme penyebab ISPA. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya total penderita ISPA di Indonesia. Sebagian besar pekerja industri tekstil dan furniture yang tersebar di Kota Malang tidak menggunakan masker selama bekerja, namun masih ada beberapa industri furniture yang mewajibkan pekerjanya menggunakan masker. Sayangnya, masker tersebut jarang diganti dan mudah sekali kotor.

Berdasarkan hasil survey produk kompetitor di pasaran, telah banyak masker dan variasinya  yang dijual bebas termasuk digunakan oleh  pekerja  industri.  Salah satunya yaitu masker merk Indomart seharga Rp 6.500,-/5 pcs selain itu terdapat pula masker merk NextCare dengan harga Rp 6.300,-/3 pcs serta beberapa masker lainnya yang tidak memiliki brand yang dijual di pedagang kaki lima di pinggir jalan dengan kisaran harga Rp 5.000,-/kemasan isi 3 pcs maupun masker yang dijual di apotek yang dijual perkemasan isi 50 pcs atau dijual eceran Rp 1.500-Rp 2.000,-/pcs.

IMG20150507132837Sayangnya variasi kompetitor masker saat ini  masih  kurang menjanjikan untuk memberikan jaminan kesehatan dari masker efektif  untuk  digunakan  karena porinya berukuran  mikrometer,  sehingga masih memungkinkan  komponen  pencemar  udara  dikawasan industri. Hal itulah yang melatari kelima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) menginovasi  masker  keselamatan  bagi  pekerja  industri khususnya yang  bekerja  di  wilayah  udara  ambien (outdoor  air  pollution) untuk  memperkecil risiko ISPA akibat polusi udara. Kelimanya adalah Mohammad Arham (THP 2012), Annisa Ulfa (THP 2012) , Nisa Afilasari (THP 2012), Lestari Puji (THP 2012), Dwiki Muhammad Angkasawan (TIP 2013) dibawah bimbingan Dr. Ir. Elok Zubaidah, MP yang membuat terobosan “O-Mask InSaF” (Nano Mask for Industrial Safety) dengan  motto “PAMAN” (Praktis, Aman, dan Nyaman) melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) 2015.  “O-Mask InSaF” merupakan  merupakan  masker  yang  dikombinasikan dengan teknologi nano-coating Titanium dioksida (TiO2) yang dilapiskan pada permukaan dalam dan permukaan luar masker, sehingga masker  menjadi self cleaning  dan  memiliki  pori-pori  berukuran  nano  untuk menyaring  dan  menahan  partikel  polutan  industri  hingga  yang  berukuran  nano seperti ammonia,  debu,  partikel  logam  bahkan  bakteri  patogen  agar  tidak  ikut terhirup oleh pengguna masker, sehingga yang dihirup adalah udara bersih. Masker Omask InsaF ini dapat diperoleh dengan harga Rp 6.000,-/kemasan isi 2 pcs masker.

Hal diatas menjadi keunggulan dari “O-Mask InSaF” dibanding produk masker yang beredar dipasaran. Oleh karena itu, dengan adanya “O-Mask InSaF diharapkan  memberikan  sebuah  inovasi  masker  yang  nyaman  dan  aman digunakan oleh konsumen secara umum dan pekerja industri secara khusus. Berdasarkan hasil pengujian pada 15 responden, diperoleh kesimpulan bahwa “O-Mask InSaf” memiliki ketahanan terhadap air yang baik, nyaman digunakan selama beraktivitas di lingkungan berpolusi tinggi bahkan tetap efektif dan memiliki kualitas yang sama selama penggunaan 5-7 hari jika masker digunakan dengan cara yang tepat sesuai panduan penggunaan di kemasan.

Luaran  yang  diharapkan  dari  program  ini  adalah  dapat  membuka usaha produksi dan pemasaran “O-Mask InSaf” yang profitable dan berkelanjutan serta mampu menjadi solusi masker keselamatan bagi para  pekerja industri  dan masyarakat umum yang  mampu  melindungi  saluran  pernapasan  dari  paparan  polusi  udara. Saat ini, O-Mask dipasarkan dengan  sistem offline di apotek dan toko obat maupun online melalui media sosial facebook, twitter, bbm dan blog. (dse)

team masker

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian