Mahasiswa FTP Ciptakan Pengering Vakum Umbi Porang

Keren, 934 Maba FTP Deklarasi Integritas, Anti Perundungan dan Protokol Covid
September 23, 2020
Mahasiswa FTP Ciptakan Lilin Aromaterapi dari Limbah
September 24, 2020

Mahasiswa FTP Ciptakan Pengering Vakum Umbi Porang

Tiga mahasiswa universitas Brawijaya mengagas konsep inovasi alat pengering porang yang terdiri dari Imam prasetyo (FTP), Clara Dwi Anggraini (FTP) dan Dary hardiansyah Haryono (Filkom) dibawah bimbingan Bapak Yusuf Hendrawan, STP. M.App.Life.Sc.Ph.D.. Kegiatan pelaksanaan program ini merupakan perwujudakan
tri darma perguruan tinggi terutama pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebutselaras pada upaya yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa timur, yang mengajakmahasiswa universitas Brawijaya dalam menenangani sistem pengolahan pasca panenterutama untuk mesin pengeringan dan mesin slicer umbi porang untuk meningkatkannilai jual porang.
Umbi porang adalah jenis tanaman umbi-umbian yang sedang dikembangkan di Indonesia terutama jawa timur, karena memiliki permintaan pasar yang tinggi baik didalam negeri atau diekspor keluar negeri. Kandungan glukomanan pada umbi porang membuat tanaman ini banyak digunakan dalam industri pangan, non pangan
dan kesehatan. Porang biasa dijual dalam bentuk chip porang yang memiliki kadar airdibawah 12% atau dijual dalam bentuk tepung glukomanan murni dengan cara menghilangkan kandungan kalsium oksalat. Minimnya penggunaan teknologi di kalangan petani atau industri lokal mengakibatkan kualitas dan produktivitas porang
belum optimal. Tingginya kebutuhan chips porang asal Indonesia mecapai 3400 ton,  tetapi produktivitas hanya memproduksi 600-1000 ton. Produktivitas umbi porang kering masih rendah yakni sekitar 2-4 ton per hektar sehingga ketersediaan bahan baku tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan industri dalam negeri yang
berakibat pada tingginya impor tepung glukomanan yaitu ±20 ton per tahun.
Teknologi pengeringan konvesional yang membutuhkan waktu pengeringan yang lama dan sangat bergantung pada cuaca menyebabkan produktivitas chip porang berlangsung lambat. Selain itu penggunaan oven pengering menyebabkan kerusakan bahan akibat panas yang tinggi, perubahan warna porang secara signifikan dan
perubahan viskositas yang dihasilkan.
Prototipe alat Pengering vakum pada umbi porang berbasis Artificial Neural Network dengan sistem kontrol aplikasi smartphone”. Pengering vakum memiliki kemampuan untuk menjaga kualitas dan kerusakan pada chip porang sehingga dapat meningkatkan kadar glukomanan yang dihasilkan agar dapat dijual dengan harga yang tinggi. Kemudian, penggunaan sebagai sistem kontrol dan sistem pengolahan data menggunakan jaringan saraf tiruan digunakan dapat memprediksi kadar air dari umbi porang dengan akurat dan presisi. Sistem kontrol secara real time menggunakan aplikasi smartphone bermanfaat untuk mengefisiensikan pengunaan daya listrik yaitu
dengan mengnonaktifkan alat pengering apabila kadar air yang diperoleh telah sesuai yaitu antara 5-8 %.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian