Mahasiswa FTP Gagas Gerakan Desa Mandiri Energi

Diskusi Kurikulum THP FTP bersama Kepala BPOM RI
Februari 14, 2015
Yudisium Februari 2015
Februari 26, 2015

Mahasiswa FTP Gagas Gerakan Desa Mandiri Energi

mahasiswea-FTP-gagas-desa-mamndiri-energiBerangkat dari keprihatinan akan pencemaran yang terjadi di desa Garung Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan melatari keempat mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) menggagas biogas sebagai supply energi masyarakat setempat. Rahmat Hidayat (TEP 2012), Syaifa Nuraini (TIP 2013), Musyaroh (TIP 2013), dan Agus Susanto (TEP 2011), keempatnya mahasiswa FTP dibawah bimbingan Angga Dheta S.A., S.Si. M.Si. menggagas kegiatan tersebut dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M).

Dipaparkan Agus Susanto, salah satu anggota tim yang juga termasuk 20 besar finalis  Semangat Astra Terpadu (SATU) Indonesia Award 2014 bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan memanfaatkan kotoran sapi.  “Kotoran sapi ternak penduduk mereka biarkan disamping kandang sampai menumpuk hingga menimbulkan pencemaran udara dan  air serta mengganggu estetika. Warga yang memiliki sapi tercatat 200 KK atau hampir setengah dari jumlah total warga desa sebanyak 500 kepala keluarga (KK). Tentu saja  hal ini menghasilkan kotoran yang sangat banyak. Selama ini mereka membiarkannya begitu saja, padahal potensi dari kotoran sapi sangat besar. Salah satunya dimanfaatkan menjadi biogas,” jelas Agus.

proses-pembuatan-biogasAgus juga menjelaskan bahwa proses pembuatan biogas berbahan kotoran sapi ini sangat sederhana. Pertama kotoran yang teah dicampur air dengan perbandingan 1:3 dimasukkkan ke digester (ruang tertutup-red) untuk tempat fermentasi bakteri anaerob. Proses akan berjalan selama 2 hari. Kemudian setelah proses fermentasi selesai, kita akan mendapatkan gas metan melalui pipa yang tersambung pada digester. Gas metan inilah yang kemudian disebut biogas dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar.

Secara terpisah, ketua tim, Rahmat Hidayat mengungkapkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan 5-11 februari 2015 ini bertujuan untuk mewujudkan gerakan desa mandiri energi. “Mungkin untuk tahap awal kami harap biogas ini dapat mensupply kebutuhan panas rumah tangga untuk memasak sehingga mampu menekan pengeluaran. Kedepan, kami harap biogas ini dapat dimanfaatkan untuk produce listrik sehingga gerakan desa mandiri energi dapat terwujud. Selain itu, melalui kegiatan ini juga kami harap dapat membantu masalah lingkungan baik tentang polusi maupun secara estetika. Ibaratnya sekali dayung dua pulau terlampaui lah. Saat ini kami masih focus pada pembuatan biogas. Bulan Maret mendatang kita akan menata lingkungan desa tersebut. Bekerja sama dengan anggota PKK setempat kami akan melakukan penghijauan menggunakan slurry biogas.” papar Rahmat.

Biogas merupakan gas mudah terbakar yang dihasilkan melalui proses fermentasi bahan organik oleh bakteri anaerob berasal dari limbah rumah tangga dan kotoran hewan (sapi, babi, ayam) . Energi biogas merupakan bentuk energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk menyediakan panas (kompor), menghasilkan listrik (genset) dan penerangan . Slurry (padatan hasil limbah biogas-red) yang dihasilkan dapat juga dimanfaatkan menjadi pupuk dan pakan ikan. [dse]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian