Mahasiswa FTP Juara I LKTI Agroindustri

Himateta Present : National Seminar and Inauguration Menuju Indonesia Mandiri dan Peningkatan Mutu Pangan Dalam Negeri melalui Inovasi Teknologi
Mei 29, 2012
FroYo BiMa, Jajanan Sehat Kreasi Mahasiswa FTP
Juni 1, 2012

Mahasiswa FTP Juara I LKTI Agroindustri

Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Unibersitas Brawijaya  kembali mendulang prestasi dengan keberhasilannya menyabet Juara I dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Agroindustri di  Agroindustrial Fair 2012, Bogor, (27 /5).

Anwar Bagus B. K (TEP 2008), Elok Puji K (THP 2010) dan Hamitun (THP 2010) berhasil meyakinkan dewan juri untuk menobatkan mereka sebagai Juara I setelah bersaing dengan 9  finalis lainnya yang berasal dari Intitut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Padang, Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan Intitut Pertanian Bogor (IPB) sebagai tuan rumah kegiatan yang  diselenggarakan di Auditorium Abdul Muis Nasution tersebut.

Dengan atraktif, ketiganya berhasil memukau dewan juri saat membawakan hasil karya inovatifnya berjudul “ Aplikasi ChloFo (Chlorella sp Fotobioreaktor) sebagai Usaha Budidaya Chlorella sp Berbasis Media Limbah Cair Industri Tahu.

Kreasi tiga mahasiswa kraeatif bimbingan Mochammad bagus Hermanto, STP. M.Sc ini, merupakan modifikasi teknologi Fotobioreaktor yang sudah ada sebagai biodegradasi anaerob limbah. Hanya konstruksi ChloFo (Chlorella sp Fotobioreaktor) ini bentuk dan desainnya disesuaikan untuk pengolahan limbah cair tahu sehingga dapat dimanfaatkan lebih lanjut. Teknologi ChloFo ini dapat diaplikasikan pada industri tahu dan sektor pembidayaan microalgae Chlorella sp .

Mikroalgae Chlorella sp ini dapat digunakan pakan ternak, pada industry pangan yang memanfaatkan microalgae ini dan industry biofuel,” ungkap Elok.

Diungkapkan Hamitun,  ide kreatif mereka tersebut berawal ketika melihat melimpahnya limbah cair dari industry tahu namun belum diolah dan dimanfaatkan secara maksimal, serta potensi microalgae Chlorella sp. Sedangkan, pada umumnya industri tahu yang ada di daerah  hanya membuang limbah cair tahu pada saluran saluran perairan.

“Kalau toh diolah, teknologi yang sudah ada hanya sebatas pada pemurnian limbah saja. Tidak ada fungsi lanjutan dari limbah tersebut. Seperti Fotobioreaktor yang telah digunakan untuk limbah cair pabrik kelapa sawit,” ujar Anwar.

Padahal jika diolah lebih lanjut dengan menggunakan teknologi, dapat dihasilkan produk baru yang bermanfaat dan ada nilai tambah. Menurut penelitian Widya (1993) limbah cair tahu dapat digunakan sebagai pupuk untuk fitoplankton. [elr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian