Mahasiswa FTP Juarai LKTI 2015

Renova, Olahan Bawang Merah Karya Mahasiswa TEP
Maret 27, 2015
Universitas Brawijaya Special Discount by Garuda Indonesia
April 6, 2015

Mahasiswa FTP Juarai LKTI 2015

IMG_0100Satu lagi prestasi membanggakan diraih mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya.  Andi Setiawan dan Annisa Ulfah Pristya berhasil meraih juara pertama pada Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan oleh Universitas Jambi, 27 sampai 30 Maret 2015 lalu di Jambi dalam rangkaian kegiatan “EXIST FAIR 2015”.

Melalui karya tulis berjudul “Autohemodializer, Aplikasi Artificial Membrane pada Glomerulus Penderita Gagal Ginjal Akut akibat Glumeronefritis Akut “, Andi (TEP 2012) dan Annisa (THP 2012) berhasil mempresentasikan karya mereka dengan baik dan meraih poin tertinggi sebagai juara pertama mengalahkan berbagai kontingen universitas lain dari seluruh Indonesia seperti Universitas Hasanudin Makassar (Unhas) sebagai juara kedua maupun Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) di posisi ketiga.

Autohemodializer ini merupakan artificial membran yang berfungsi sebagai pemisah urea dari komponen darah lain seperti albumin, glukosa dan haemoglobin. Dipaparkan Andi, ini merupakan inovasi bagi penderita Gagal Ginjal. “Untuk saat ini di Indonesia, atau bahkan di dunia masih belum terdapat alat semacam ini. Biasanya Gagal Ginjal diatasi dengan transplantasi Ginjal dan Haemodialisis (proses cuci darah-red) yang membutuhkan biaya relatif mahal. Sayangnya terapi hemodialisis ini selain berbiaya besar juga memiliki implikasi negatif diantaranya transmisi infeksi yang ditularkan melalui darah (blood-borne infection), timbulnya depresi, berpotensi meningkatkan terjadinya Dialisis Equiblirium Syndrome, dan tetap harus mengkonsumsi obat-obatan pendamping hemodialisis, ”  paparnya.

IMG_0026Ditambahkan Annisa, “Padahal Indonesia kaya akan potensi polimer kitosan olahan kitin berbahan limbah komoditas udang-udangan. Dari situlah kami mencoba untuk membuat inovasi Autohemodializer ini. Melalui  Autohemodializer inovasi kami ini, biaya dapat ditekan karena cukup satu kali melakukan tindakan medis atau operasi untuk meletakkan membran tersebut. Membran ini berbahan citosan silikon-Cu yang kompatibel dengan permeabilitas urea hingga mampu memisahkannya dari komponen darah lain atau mampu menggantikan fungsi terapi cuci darah.  Saat ini penelitian kami masih sampai pada tahap in Vivo, kedepan kami harapkan inovasi ini dapat terealisasi dan diproduksi secara massal untuk membantu para penderita Gagal Ginjal, ” pungkasnya. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian