Mahasiswa FTP Kembangkan Pembangkit Listrik Terbaru

Mahasiswa TEP Teliti Potensi Pemanasan Ohmic sebagai Pembuat Jus Berukuran Nano
Mei 22, 2015
Autis, Penyiram Otomatis pada Budidaya Cacing Lumbricus rubelus
Mei 22, 2015

Mahasiswa FTP Kembangkan Pembangkit Listrik Terbaru

novelEnergi terbarukan terus dikembangkan di berbagai belahan dunia untuk menggantikan peran energi fosil yang semakin menipis. Mulai dari pemanfaatan biomassa hingga konversi energi dari alam seperti sinar matahari, angin, dan air. Melimpahnya sumber daya air di Indonesia tidak sebanding dengan pemanfaatannya sebagai sumber energi saat ini. Padahal, masih ada jutaan rakyat Indonesia yang hingga saat ini belum menikmati listrik.

Berlatar belakang dari hal tersebut, lima mahasiswa FTP Universitas Brawijaya saat ini tengah mengembangkan sebuah sistem pembangkit listrik untuk meningkatkan optimalisasi pemanfaatan sumber daya air yang ada. Budi Satriyo (Keteknikan Pertanian 2012) bersama empat anggota timnya, Ghani Rasyid Ning (Keteknikan Pertanian 2012), Gilang Radhitya Pratama (Keteknikan Pertanian 2012), Muhammad Adiansyah (Keteknikan Pertanian 2012), dan Faradyna Sumarsono (Keteknikan Pertanian 2013) merancang suatu alat pembangkit listrik tenaga air yang dapat memanfaatkan sungai-sungai kecil di Indonesia pada Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) yang diadakan oleh Ditjen Dikti. Alat yang mereka namai PIONER atau singkatan dari Pipe of Energy ini didesain untuk dapat beroperasi pada sungai kecil dengan tidak merusak keindahan serta ekosistem sungai tersebut. “PIONER menggunakan sistem dimana turbin/rotor pada alat ini langsung bertindak sebagai generator, sehingga menghilangkan faktor efisiensi dari transmisi. Alat ini pun juga tidak perlu bangunan khusus dan submersible sehingga tidak merusak keindahan serta ekosistem yang ada”, jelas Budi. Dibawah bimbingan Dimas Firmanda Al Riza, ST, M.Sc, mereka optimis bahwa alat ini dapat mengurangi masalah pemerataan listrik di Indonesia.

team novel ftpBudi menuturkan bahwa alat yang dapat memutar turbin mulai pada kecepatan aliran 0,8 m/s ini dalam pengaplikasiannya dapat dioperasikan lebih dari satu pada suatu aliran sungai. Alat ini ditargetkan dapat menghasilkan daya 2-5 kW pada tiap 1 kilometer sungai kecil, tergantung ukuran dan kecepatan aliran sungai yang dimanfaatkan. “Prototype yang ada saat ini memang belum menghasilkan daya yang optimal dan butuh penelitian lebih lanjut. Kami sangat berharap alat ini dapat membantu masyarakat yang belum menikmati listrik”, tambahnya. Pada pengembangan dan implementasi alat ini kedepannya perlu adanya peran pemerintah, pihak swasta, maupun dari masyarakat sendiri untuk sadar terhadap keadaan yang ada dan menghargai karya anak bangsa. Sehingga Indonesia diharapkan dapat mandiri dalam bidang energi dan makin maju setelah timbulnya pemerataan energi listrik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian