Mahasiswa FTP olah Pepaya Bantu Atasi Autis

Pengemas Makanan Anti Mikroba oleh Mahasiswa FTP
Mei 31, 2016
Tak Hanya Jadi Listrik, Ditangan Mahasiswa FTP, Padi Juga Bisa Gantikan Bensin
Mei 31, 2016

Mahasiswa FTP olah Pepaya Bantu Atasi Autis

Processed with VSCO with c1 presetAutisme (Autism Spectrum Disorder) adalah gangguan perkembangan otak yang memiliki ciri hambatan dalam interaksi sosial, komunikasi serta perilaku terbatas dan repetitif atau berulang. Prevalensi autis di dunia saat ini mencapai 1520 kasus per 10.000 anak. Jika angka kelahiran di Indonesia 6 juta per tahun maka jumlah menyandang autis di Indonesia bertambah 0,15% atau 6.900 anak per tahunnya.

Sampai saat ini penanganan yang dilakukan untuk mengatasi autisme adalah terapi atau diet khusus makanan bagi anak autis. Terapi yang dilakukan adalah Biological Treatment, yang meliputi pemberian vitamin dan pemberian obat-obatan untuk mengurangi perilaku-perilaku tertentu (agresivitas, hiperaktif, melukai diri sendiri, dsb.). Diet yang biasa dilakukan untuk penderita autis diantaranya diet Gluten Free Casein Free (GFCF), diet anti yeast/fermentasi dan intoleransi makanan berupa zat pengawet, zat pewarna makanan dan zat penambah rasa makanan.

Salah satu senyawa yang dapat menekan hiperaktif adalah senyawa karotenoid dan antioksidan. Senyawa ini banyak terkandung pada buah papaya. Hal inilah yang mendorong Yovita Maya Vania Aprilia (THP 2013), Herni Dwi Kristanti (THP 2013), Widya Candra Paramita (THP 2013), dan Rosvita Marsela (THP 2013), empat mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya untuk membuat inovasi BUAYA (Serbuk Buah Pepaya).

BUAYA merupakan olahan buah papaya menjadi sediaan serbuk buah pepaya yang dapat menurunkan resiko hiperaktivitas pada anak autis. BUAYA dapat diolah lebih lanjut menjadi berbagai olahan makanan yang dapat dikonsumsi dan disukai oleh penderita autis. Fungsi dari Beta-karoten adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara meningkatkan komunikasi antarsel di dalam tubuh.

“Selama ini pengolahan buah pepaya hanya tersedia dalam bentuk ekstrak karoten dan suplemen makanan. Padahal suplemen ini memiliki resiko toksik akibat residu pelarut yang digunakan untuk mengekstrak. BUAYA merupakan bentuk olahan buah pepaya menjadi sediaan dalam bentuk serbuk yang lebih aman dikonsumsi karena dalam proses pembuatanya tidak menggunakan pelarut yang menimbulkan residu”, papar Yovita.

“Olahan BUAYA ini aman jika dikonsumsi setiap hari karena tidak mengandung zat-zat residu yang dapat mengganggu kesehatan penderita autis, justru mampu meningkatkan kesehatan penderita autis dan menekan hiperaktivitasnya”, tambahnya.

Fungsi lain dari Beta-karoten adalah sebagai antioksidan yang mampu menangkap radikal bebas penyebab kanker sehingga sangat baik dalam pencegahan kanker. Selain itu, dengan kandungan vitamin C dan vitamin E yang tinggi pada buah pepaya, Beta-karoten terbukti lebih mampu meningkatkan kemampuan antioksidan di dalam tubuh.

expo_1541

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian