Mahasiswa FTP Raih 2 Emas dan 1 Perak di Korea

Jadikan Ramadhan Transformasi Ikhlas
Juni 16, 2016
Beasiswa Pasca Sarjana
Juni 30, 2016

Mahasiswa FTP Raih 2 Emas dan 1 Perak di Korea

IMG20160619170642Kembali mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya harumkan almamater di ajang internasional. Pada even Korean International Woman Infention and Expotition (KIWIE) 2016 yang berlangsung selama empat hari berturut turut, Kamis – Minggu (16-19/06/2016) di Seoul, Korea Selatan tim FTP UB berhasil meraih tiga medali untuk kategori pangan, teknologi pertanian dan energi.

Emas pertama diraih pada bidang energi oleh Nada Mawarda Rilek (TIP 2013), Ameiga Cautsarina (TIP 2013) dan Fudhita Floridha (TIP 2013). Nada dan kawan kawan berhasil memukau dewan juri yang terdiri para ilmuwan dan praktisi industri Korea dan Singapura  serta meraih poin tertinggi atas karyanya yang berjudul Biofrond. Biofrond merupakan bioetanol berbahan limbah sawit. “Umumnya masyarakat menggunakan limbah sawit hanya sebagai pupuk tanaman semata. Padahal dengan treatment ultrasonik, limbah ini mampu dimanfaatkan menjadi alternatif energi terbarukan sebagai bioetanol.  Biofrond ini juga terbukti mempunyai rendemen tinggi sehingga cukup menekan biaya produksi secara signifikan. Ini mampu menjawab problematika energi di masa depan nantinya, ” tutur Nada tentang karyanya.

Emas berikutnya diraih oleh Annisa Ulfa Pristya (THP 2013), Nada Mawarda dan Fudhita Floridha berkat karyanya yang berjudul Agar . Agar atau Anti Inversi Tanaman Tebu merupakan suatu karya dibidang teknologi pertanian tentang metode untuk mencegah perubahan sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa pada tanaman tebu. “Umumnya kita memanfaatkan tebu menjadi gula melalui kandungan sukrosanya. Tetapi berkataktivitas mikroorganisme secara alami sukrosa tebu akan bermetafora secara kimiawi menjadi glukosa dan fruktosa. Proses inilah yang menyebabkan rendemennya rendah sehingga menurunkan kadar gula yang dihasilkan. Disinilah peran metode AGAR karya kelompom kami. Kami menggunakan ekstraksi daun gambir untuk mencegah aktivitas mikroorganisme terbut sehingga kandungan sukrosa tidak berkurang,” jelas Annisa .

Selain itu ada pula medali Perak yang diraih oleh Ameiga Cautsarina, Annisa Ulfa Pristya dan Fudhita Floridha pada kategori pangan. Ketiga mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya ini meraih posisi kedua atas karyanya yang berjudul Marshmellow berbahan Kulit Pisang dan Tulang Ikan Tuna.  Fudhita menjelaskan, “Biasanya marshmellow terbuat dari gelatin dan pektin. Selain itu umumnya kulit pisang juga tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin. Padahal kulit pisang ini mampu diolah menjadi berbagai macam bahan pangan lainnya. Salah satunya menjadi pektin untuk bahan dasar marshmellow ini. Kami juga menggunakan gelatin berbahan tulang ikan tuna mengingat potensi gizinya yang tinggi. Sehingga marshmellow produk kami ini selain lebih ekonomis karena memanfaatkan limbah juga fungsional bagi kesehatan. Berdasarkan uji laboratorium yang kami lakukan, produk ini mampu mencegah penyakit jantung koroner secara signifikan. ” paparnya.

KIWIE 2016 merupakan ajang internasional yang dilaksanakan oleh Korean Intellectual Property Office (KIPO) dan Korean Womens Inventors Association (KWIA). Acara ini didukung oleh Kementerian Sains dan Teknologi Korea, Kementerian Pangan, Pertanian Kehutanan dan Perikanan Korea, Kementerian Ilmu Ekonomi Korea, Kementerian Persamaan Gender Korea, Pemerintah Kota Seoul dan World Intellectual Property Organization.  KIWIE 2016 yang diselenggarakan di KINTEX, Dehwa Dong , Ilsanseo-gu, Goyang-si, Gyeonggi-do, Korea ini diikuti oleh sekitar seratus tim dari 20 negara. Setiap tim dinilai dari presentasi pemaparan , display produk dan prototype serta performance stand ekspo.  (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian