Mahasiswa FTP Raih 2nd Runner Up dalam Unilever Future Leader League 2019

Agritech Sport FTP Kunjungi FT UBAYA
Desember 4, 2019
Lagi, Mahasiswa FTP Raih Bronze Medal di Malaysia
Desember 5, 2019

Mahasiswa FTP Raih 2nd Runner Up dalam Unilever Future Leader League 2019

Tidak hanya berprestasi dalam kompetisi karya tulis ilmiah, mahasiswa FTP juga berprestasi dalam kompetisi business case bergengsi yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan multinasional terkemuka yaitu Unilever. Prestasi ini diraih oleh Lindyca Celine Maima Manik (THP 2016) yang meraih 2nd Runner Up for Group Winner dalam ajang Unilever Future Leader League 2019. Dalam kompetisi ini, Celine bersama team nya yang berasal dari UGM dan ITB bersaing dengan banyak peserta dari berbagai universitas terkemuka seperti UNDIP, BINUS,UI, Universitas Prasetya Mulya dan lain-lain untuk mendapat kesempatan mewakili Unilever Indonesia dalam Global Round of Future Leader di London, Inggris. Unilever Future Leader League adalah kompetisi bisnis global yang memberikan ruang bagi mahasiswa di seluruh Indonesia, untuk memberikan solusi terbaik mereka dalam menyelesaikan berbagai masalah-masalah bisnis yang ada terkait produk-produk unilever.

Untuk sampai pada tahap akhir tidaklah mudah. Peserta harus melewati berbagai tahap seleksi mulai dari seleksi curriculum vitae (CV) dan mengunggah video berdurasi 3 menit yang berisi penyelesaian kasus yang diberikan Unilever. Selanjutnya terpilih 34 mahasiswa dari seluruh Indonesia dan kemudian akan diacak menjadi berbagai tim yang satu tim terdiri dari 3-4 orang.

Celine memaparkan bahwa business case yang diberikan oleh Unilever untuk UFLL tahun ini adalah Buavita. Bersama business coach nya di Unilever, Celine dan tim melahirkan gagasan untuk membuat produk buavita boost yang terdiri dari 3 varian, ekstra nutrisi dan kemasan yang lebih menarik. Ide ini lahir karena terinspirasi dari gaya hidup kaum milenial yang dinamis. Milenial akhirnya menjadi target market mereka. Celine memaparkan bahwa tantangan yang timnya hadapi dalam kompetisi ini adalah bagaimana timnya mampu mengemas ide tersebut dengan fakta yang terjadi dengan buavita di pasaran dan mmewujudkannya sebagai pengembangan produk baru yang mendukung campaign dari ide tersebut. Dengan kerja kerasnya, timnya terpilih untuk masuk ke semifinal. Mereka diberikan kesempatan untuk mempresentasikan gagasannya kepada top manajemen yang sudah berpengalaman dengan produk buavita di Graha Unilever.

Terdapat berbagai aspek penilian dalam kompetisi ini yakni kesesuaian ide dengan business case yang diberikan, kreativitas, presentasi dan teamwork. Celine mengakui bahwa kunci kesuksesannya adalah teamwork. Mereka mempunyai waktu yang sangat terbatas untuk menghasilkan ide yang cemerlang. Celine mengungkapkan bahwa “tidak ada yang tidak mungkin ketika kita berfikir untuk dapat melakukan hal-hal besar. Tidak peduli dari mana kamu berasal, yang terpenting adalah bagaimana kamu dapat mendobrak batas yang ada. Hanya lakukan yang terbaik, sisanya biar Tuhan yang menentukan”. (Din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian