Mahasiswa FTP Sulap Beras Jadi Pewarna Bernutrisi

Pengumuman Pengambilan Transkrip Periode V TA 2015/2016
Juni 6, 2016
UDI, Solusi Pengairan Perkebunan Semangka
Juni 8, 2016

Mahasiswa FTP Sulap Beras Jadi Pewarna Bernutrisi

1461342689720Tiga Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang mengembangkan penelitian beras dan bekatul (rice and brand) yang di fermentasi dengan kapang Monascus purpureus untuk memproduksi biopigmen tinggi lovastatin sebagai solusi alternatif pewarna alami fungsional yang bersifat hiperkolesterol. Penelitian tersebut dilakukan oleh Ana Fairuza Fajriana (THP 2012), Alif Ummami Faridatul L. (THP 2013), I’is Puspitasari (THP 2013), dengan Dosen Pembimbing Dr. Ir. Elok Zubaidah, MP.

Menurut Ana sebagai ketua pelaksana penelitian “Penggunaan pewarna alami atau disebut sebagai biopigmen yang berasal dari sumber alam seperti tanaman, serangga, dan mikroba mulai banyak dikembangkan karena pewarna sintetis diketahui dapat memberikan efek negatif terhadap kesehatan, salah satunya adalah hiperkolesterol. Hiperkolesterolemia merupakan salah satu penyebab utama penyakit Cardio Vascular Disorder (CVD) dan menjadi faktor resiko beberapa penyakit lain termasuk serebrovaskuler dan hipertensi. WHO melaporkan bahwa sekitar 17,3 juta orang meninggal dunia disebabkan oleh penyakit Cardio Vascular Disorder (CVD) di tahun 2008 dan diperkirakan lebih dari 23,6 juta orang akan meninggal akibat CVD pada tahun 2030 (WHO, 2012). Hiperkolesterolemia dapat menyebabkan berkurangnya elastisitas pembuluh darah karena penebalan dinding pembuluh darah oleh kolesterol sehingga sulit dilalui darah. Kondisi ini disebut aterosklerosis. Aterosklerosis yang terjadi pada pembuluh darah menuju jantung dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, sedangkan bila terjadi pada pembuluh darah ke atau di otak, dapat menyebabkan stroke”.

Angkak adalah produk fermentasi dari beras oleh kapang Monascus purpureus yang diproduksi dengan sistem fermentasi media padat dan dapat menghasilkan warna merah sebagai hasil dari metabolit sekunder serta lovastatin yang mampu mengobati hiperkolesterolemia. Angkak biasanya digunakan sebagai pengawet dan pewarna pada makanan. Sebagai pewarna alami, angkak memiliki sifat yang cukup stabil, dapat bercampur dengan pigmen warna lain, serta tidak beracun (Pattanagul, et al., 2007). Beberapa penelitian telah dilakukan untuk membuktikan pengaruh angkak dan lovastatin untuk pengobatan hiperkolesterolemia dan penyakit yang disebabkan kondisi tersebut. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Kasim et al. (2006) menunjukkan bahwa pemberian angkak mampu menekan kenaikan kadar kolesterol total darah tikus sebesar 49,28%. Banyaknya manfaat yang dihasilkan oleh pigmen dan lovastatin angkak memunculkan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi kedua senyawa tersebut.

Jenis medium fermentasi merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap produksi pigmen dan lovastatin pada angkak. Medium fermentasi angkak yang baik adalah media dengan kandungan amilosa tinggi dan amilopektin rendah, kandungan B1 serta asam amino yang bisa menunjang pertumbuhan M.purpureus. Sehingga pada penelitian ini digunakan media beras IR 64 yang ditambahkan bekatul 2,5%; 5% dan 7,5% serta berbagai variasi MSG untuk pembuatan ARICAN (Angkak from Rice and Bran). Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan percobaan. Percobaan yang digunakan untuk penelitian ini yakni Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor B yang terdiri dari 3 level dan faktor M yang juga terdiri dari 3 level. Setiap level diulang sebanyak tiga kali, sehingga didapatkan 27 satuan percobaan. Pengujian intensitas pigmen merah, lovastatin, kecerahan dan kemerahan dengan hasil tertinggi didapatkan dari perlakuan B1M1 dengan nilai berturut-turut 1,887 (absorbansi ᵞ 500nm), 0,1900 (absorbansi ᵞ 237nm), 38,79 dan 15,87. Sedangkan kadar air terendah didapatkan dari perlakuan B1M2 dengan nilai 5,98%.

Selain didapatkan pigmen warna merah, lovastatin, kecerahan dan kemerahan tertinggi akan dilakukan analisis ragam (ANOVA) dan uji lanjut DMRT/BNT untuk mengetahui beda nyata. ARICAN perlakuan terbaik yang dihasilkan akan diuji lanjut diantaranya uji kelarutan air dan stabilitas pigmen terhadap suhu dan pH, uji in vivo tikus hiperkolesterol, uji perbandingan pewarna alami lain dan pewarna sintetik.

Comments are closed.

id_IDIndonesian