Mahasiswa FTP Sulap Kulit Jeruk jadi Pencegah DBD

MI ITEM, Pengering Rumput Laut
Mei 20, 2016
F-RAY, Jagoan Penyimpan Buah
Mei 20, 2016

Mahasiswa FTP Sulap Kulit Jeruk jadi Pencegah DBD

JpegRiset menunjukkan bahwa jumlah kulit jeruk di Indonesia yang sangat banyak (data 2013 mencapai 309.678 ton/tahun).Sayangnya  hingga saat ini, belum banyak orang yang memanfaatkan limbah kulit jeruk. Padahal, kulit jeruk memiliki potensi untuk dimanfaatkan dan dikembangkan sehingga mampu meningkatkan nilai jualnya. Sementara itu Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi momok yang mengerikan di masyarakat. Data menunjukkan kasus DBD di Indonesia pada tahun 1973 (10.189 kasus), hingga tahun 2012 (90.245 kasus).

Inilah yang melatari kelima mahasiswa  Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya membuat produk MANDLE (Magic Orange Peel Waste Candle). MANDLE merupakan inovasi lilin yang memanfaatkan limbah kulit jeruk sebagai penerang, pembasmi nyamuk, dan pengharum ruangan yang tahan lama.  Kelima mahasiswa tersebut adalah Besari Ahmad Wiyono (TIP 2014), Hanun Ari Wulandari (TIP 2014) , Zulfa Ulin Nuha (TIP 2014), Ameiga Cautsarina Putri Atrinto (TIP 2014) dan Galuh Aulia Ardini (THP 2013). Dipaparkan Galuh Aulia, salah satu kreator MANDLE, ” Kulit jeruk mengandung beberapa senyawa yang dapat dimanfaatkan, seperti senyawa limonene pada minyak atsiri. Senyawa limonene terbukti mampu mengusir nyamuk dan pada kulit jeruk terdapat senyawa limonene sebesar 94%. Teknologi steam distillation digunakan untuk mendapatkan minyak atsiri kulit jeruk dengan kandungan limonene yang lebih tinggi. Hal ini sangat sesuai jika digunakan untuk mencegah penyakit DBD, dimana penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk,” paparnya.

“Kami sengaja mengolah limbah ini menjadi bentuk lilin dengan beberapa tujuan. Pertama untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan lilin yang multifungsi, kedua agar kandungan limonene kulit jeruk dapat terurai dan terhirup nyamuk hingga membuatnya menjauh, ketiga, aromanya yang wangi sekaligus disenangi manusia hingga mampu berfungsi sebagai aroma theraphy. Ibaratnya sekali dayung banyak pulau terlampui. Jadi niat awalnya mengolah limbah kulit jeruk sekaligus menekan kasus DBD sekaligus berfungsi sebagai aroma theraphy. Lilin juga kami pilih sebagai case karena bentuknya yang cantik dan unik. Oya tak hanya itu melalui produk kami ini juga sekaligus memberdayakan masyarakat karena kami pasarkan melalui kelompok PKK di kampung kampung. Jadi harapannya selain lebih kena target pasar juga sekaligus menambah pendapatan masyarakat.” paparnya lagi.

Salah satu keunikan lain MANDLE adalah kemasannya yang sangat bercita rasa nusantara. Satu paket lilin multifungsi MANDLE seharga Rp.25.000,00 terdiri dari sebatang lilin unik berbentuk apel, sepaket refill dan dibungkus dengan hiasan ukiran lokal. “MANDLE dilengkapi dengan tatakan di bagian bawah sehingga dapat diletakkan di atas meja. Selain itu MANDLE juga cantik digantung di dinding karena kami lengkapi dengan tatakan di bagian belakang berbentuk wayang. Ini kami maksudkan sebagai cara pelestarian budaya Indonesia. Kami juga berharap dengan bentuknya yang unik dapat menjadi salah satu alternatif oleh oleh khas Malang.” pungkas Galuh. (dse)

Jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian