Mahasiswa FTP Sulap Limbah Minyak Jadi Pewarna Alami

Nano Gelatin Tulang Ikan Tuna Nan Halal Berkualitas
Juni 3, 2015
Daun Kersen sebagai Obat Kanker Serviks
Juni 5, 2015

Mahasiswa FTP Sulap Limbah Minyak Jadi Pewarna Alami

limbah karodyeProduksi kelapa sawit Indonesia pada kurun waktu tahun 2013-2014 meningkat sebesar 6,65% (Direktorat Jenderal Perkebunan, 2013). Sebanyak 6,2 juta ton CPO pertahunnya akan diolah menjadi minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng Indonesia, dari jumlah tersebut dalam pengolahannya menjadi minyak goreng membutuhkan bleaching earth sebanyak 124.000 ton pertahun. Spent Bleaching Earth (SBE) pada proses bleaching akan menyerap 90-98% karoten yang terdapat pada CPO sehingga warna minyak goreng yang dihasilkan menjadi lebih jernih. Setelah proses bleaching, SBE kemudian akan dibuang sebagai limbah pengolahan minyak goreng, padahal masih banyak terkandung karoten didalamnya. Sebagaimana diketahui karoten merupakan pigmen alami yang memberikan warna oranye, kuning-oranye dan merah-oranye. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Qomariyah (2009) dan Puspita (2009), kandungan karoten pada SBE sekitar 215,98 ppm. Pigmen alami seperti karoten ini dapat dimanfaatkan sebagai pewarna makanan yang aman.

Sementara itu di Indonesia kasus keamanan pangan yang berkaitan dengan pewarna makanan merupakan kasus yang sering terjadi. Penggunaan bahan pewarna sering digunakan pada jajanan anak-anak. Contoh pewarna non pangan yang sering disalahgunakan adalah Rhodamin B dan Methanyl Yellow. Kedua pewarna ini merupakan pewarna non pangan yang bersifat karsinogenik jika digunakan dalam jangka panjang. Untuk mengatasi masalah penggunaan zat pewarna makanan berbahaya yang semakin meningkat, maka dilakukan proses rekoveri pigmen karoten dari limbah SBE untuk dapat digunakan sebagai pewarna makanan.

karodenProses rekoveri karoten dari limbah SBE ini dilakukan menggunakan pelarut minyak goreng komersial atau Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO). Penggunaan pelarut berupa minyak goreng ini didasarkan pada salah satu sifat karoten yang larut sedikit dalam minyak dan juga untuk memperbaiki penelitian sebelumnya yang melakukan proses rekoveri karoten dengan menggunakan pelarut organik seperti petroleum eter, n-heksan ataupun aseton yang tidak aman dikonsumsi karena dikhawatirkan akan terdapat residu pelarut didalam ekstrak. Oleh karena itu, dengan menggunakan minyak goreng sebagai pelarut, diharapkan ekstrak yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi.

Karya ini merupakan hasil Riset Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang. Hasil penelitian ini adalah Karoten Dye (Karodye) yang merupakan pewarna pangan alami hasil rekoveri karoten dari limbah spent bleching earth. Karoten dye  yang alami dan tidak mengandung senyawa toxic ini berpotensi untuk diaplikasikan pada bahan pangan baik dalam skala industri pangan maupun rumah tangga di Indonesia sehingga dapat membantu pemerintah dalam upaya mengurangi kasus penggunaan pewarna sintetis pada bahan pangan, pewarna Karodye relatif terjangkau karena bahan baku yang digunakan merupakan limbah yang selama ini pemanfaatannya dapat dikatakan jarang, dengan pemanfaatan limbah spent bleaching earth sebagai pewarna dapat membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah limbah pengolahan CPO. Selain itu, karoten dye yang dihasilkan mempunyai kualitas sesuai standar dan terbukti tidak mengandung toksik karena dalam penelitiannya dilakukan dengan bahan-bahan yang food grade dan proses yang diatur sedemikian rupa sehingga tidak menghasilkan senyawa hasil samping pengolahan pangan yang berbahaya jika dikonsumsi, sehingga dapat diaplikasikan dalam bahan pangan.

Keuntungan, keunggulan, dan manfaat yang diperoleh dari Karodye ini adalah sebagai berikut:

Keuntungan:

Dapat mengurangi jumlah limbah spent bleaching earth yang semakin tahun mengalami peningkatan, karena peralatan rancangan staf Unibraw ini jauh lebih murah dibandingkan peralatan impor dengan kapasitas sesuai keinginan dan kualitas produk yang dihasilkan standar.

Keunggulan:

  • Karoten Dye ini merupakan pewarna pangan alami.
  • Kualitas memenuhi standar mutu pewarna pangan, terbukti dengan telah dilakukannya uji kadar total karoten dan beta karoten, asam lemak bebas dan bilangan peroksida sesuai yang disebutkan dalam SNI.
  • Harga karoten dye ini relatif murah karena pigmen karoten yang diekstrak berasal dari limbah spent bleaching earth pada industri minyak goreng.

Manfaat:

  • Sebagai salah satu alternatif pemecahan permasalahan limbah spent bleaching earth di Indonesia
  • Sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan pewarna sintetis pada industri pangan maupun masyarakat Indonesia
  • Memberikan inovasi baru bagi perusahaan minyak sawit agar memanfaatkan limbah spent bleaching earth sehingga dapat menciptakan produk baru berupa pewarna pangan.

team karodye

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian