Mahasiswa FTP Temukan Alat Penderes Nira Tanpa Memanjat

Tak Hanya Cantik, Ditangan Mahasiswa FTP Bunga Telang Jadi Pewarna Makanan Terkini
Juni 3, 2016
Mahasiswa FTP Ubah Limbah MCK Jadi Air Bersih
Juni 3, 2016

Mahasiswa FTP Temukan Alat Penderes Nira Tanpa Memanjat

20160522_031519Desa Bangsri merupakan salah satu desa yang memiliki jumlah pengrajin nira terbanyak di Kabupaten Blitar. Perkebunan desa ini banyak ditumbuhi pohon kelapa dengan mayang kelapa yang melimpah. Daerah ini mempunyai peluang investasi yang besar dalam lingkup penghasil nira kelapa sehingga 65% penduduk berprofesi sebagai petani nira. Nira yang dihasilkan setiap mayang kelapa berjumlah 1-2 liter per hari dengan jumlah mayang sekitar 5 buah pada setiap pohon kelapa dengan tinggi minimal pohon tersebut 10 meter. Karena tingginya permintaan produsen lokal maupun interlokal terhadap nira kelapa untuk produksi produk lainnya, petani nira melakukan berbagai cara untuk mendapatkan nira tersebut. Selama ini penyadapan nira masih dilakukan secara tradisional. Masalah utama yang sering dihadapi oleh petani adalah petani harus memanjat pohon kelapa. Penyadapan secara tradisional mempunyai kelemahan yaitu memerlukan waktu lebih lama, resiko jatuhnya penyadap saat memanjat pohon kelapa cukup tinggi, dan memanjat pohon kelapa merupakan kerja fisik yang berat. Tak sedikit masyarakat yang terluka akibat jatuh saat melakukan proses pengambilan nira kelapa sehingga pesanan produsen dan pemasukan semakin berkurang. Untuk itu perlu adanya inovasi teknologi yang dapat membantu masyarakat dalam pengambilan nira kelapa di daerah tersebut sehingga dapat meminimalisir kecelakaan yang akan terjadi. Inovasi teknologi yang dibutuhkan adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk mengambil nira kelapa secara langsung tanpa memanjat pohon kelapa yang dapat digunakan dengan mudah dan ekonomis untuk masyarakat didaerah tersebut.

Tim PKMT yang terdiri dari Dystie Anggun Rahmawati (FTP/TEP/2013), Naily Ulya (FTP/TEP/2013), Syifa Qolbiyah Nasir (FTP/THP/2013), Laela Fitriani (FTP/TEP/2014), dan Bagus Wisnu Wardhani (FTP/TEP/2014) dengan dosen pendamping Yusuf Hendrawan, STP, M.App.Life.Sc.Ph.D menawarkan bantuan kepada para pengrajin nira di Desa Bangsri dengan modifikasi mata pisau, katrol, dan penampung yang terbuat dari rotan yang telah dilengkapi dengan saringan. Cara kerja alat ini penderes nira akan hanya sekali melakukan proses pemasangan dan selanjutnya cara kerja alat ini akan dikontrol dari bawah. Pada alat penampung nira terdapat pisau untuk memotong yang dikontrol dari bawah pohon, penyaring serta penampung nira kelapa. Setelah alat telah digerek keatas, alat akan memasuki mayang kelapa dan menyesuaikan dengan panjang mayang. Pada alat tersebut terdapat pisau yang dikontrol dari bawah dengan menarik mata pisau dan melukai mayang. Mayang yang telah terluka akan mengeluarkan nira sedikit demi sedikit. Dengan begitu, penderes tidak perlu memanjat pohon kelapa unruk mendapatkan nira dan kesehatan dan kesalamatan kerja akan terjaga bagi penderes nira.

20160427_113431

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian