Mahasiswa FTP UB Gerakkan Remaja Wujudkan Desa Bebas Sampah Dan Mandiri Energi

Mahasiswa FTP Ubah Limbah MCK Jadi Air Bersih
Juni 3, 2016
(MOBO) Modified BOD5 Berbasis Kontrol Suhu Untuk Mempercepat Analisa BOD5
Juni 6, 2016

Mahasiswa FTP UB Gerakkan Remaja Wujudkan Desa Bebas Sampah Dan Mandiri Energi

Desa Argosari merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Jabung Kabupeten Malang Jawa Timur. Desa yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tersebut merupakan salah satu Desa yang terkena program sanitasi biogas oleh pemerintah. Pada awalnya terdapat lebih dari 50 instalasi biogas di Desa Argosari yang mana hal tersebut mengakibatkan limbah slurry biogas yang dihasilkan juga cukup banyak. Limbah tersebut hanya dimanfaatkan sesekali oleh warga sebagai pupuk tanaman. Selain itu limbah organik dari pertanian dan juga rumah tangga yang dihasilkan juga cukup banyak yaitu mencapai 1 ton per hari. Hal tersebut diperparah lagi dengan banyaknya limbah anorganik seperti plastik yang jumlahnya mencapai 76 kg per hari. Belum adanya pemanfaatan yang masimal oleh warga menjadikan sampah-sampah di desa tersebut menimbulkan dampak negatif seperti terjadinya pencemaran lingkungan seperti lingkungan yang terkesan kotor, bau tidak sedap, dan polusi udara akibat pembakaran sampah.

Melihat kondisi tersebut menjadikan kelima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya merasa tergugah dan ingin merubah image Argosari menjadi desa yang tidak hanya mandiri energi tetapi juga bebas sampah (zero waste). Kelima mahasiswa FTP UB tersebut adalah Musyaroh (TIP 2013), Singgih Mahardika (TEP 2013), Diki Darmawan (TEP 2013), Fajar Adi (TEP 2013), dan Nestya Haryoko (THP 2014). Mereka tergabung dalam  Program Kreativitas Mahasiswa  bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) yang telah mendapatkan hibah dana Kemenristek Dikti 2016. Program yang diterapkan untuk mewujudkan Desa Argosari  bebas sampah tersebut diberi nama OC-CYCLE (Octane Cycle Concept For Independent Village) yaitu pemanfaatan limbah organik dan anorganik menjadi produk yang bermanfaat serta bernilai ekonomi.

Musyaroh menjelaskan bahwa program Oc-Cycle ini diterapkan dengan cara pemfaatan limbah slurry biogas menjadi pakan ikan, media tanam jamur (baglog jamur), dan pupuk tanaman. Sementara limbah organik lainnya seperti sampah organik rumah tangga dan pertanian dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembuatan pupuk kompos. Sedangkan sampah anorganik dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kerajinan tangan yang bisa dijual kembali. Melalui penerapan program Oc Cycle ini diharapkan masyarakat Desa Argosari menjadi lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan pangan dan energi.

Motor pelaksana pengaplikasian program OC-CYCLE di desa Argosari ini adalah para pemuda setempat. Musyaroh dan tim bekerja sama dengan Remaja Masjid di Dusun Bendrong Desa Argosari untuk menngaplikasikan program tersebut sejak Februari 2016. Saat ini telah terbentuk pengurus dan kader OC-Cycle di Desa Argosari khususnya di Dusun Bendrong, diketuai oleh Khomarudin (24 th) yang merupakan salah satu anggota Remaja Masjid setempat. Harapan dari tim Oc-Cycle adalah Argosari dapat menjadi desa mandiri energy dan zero waste serta menjadi percontohan untuk daerah lainnya di Indonesia Khususnya di Kabupeten Malang. (dse)

Comments are closed.

id_IDIndonesian