Mahasiswa FTP UB Sulap Limbah Apel jadi Nata

Dosen TIP Bimbing Fermentasi Biji Kakao di Malang dan Trenggalek
Juli 20, 2018
Pelatihan Komputer Tenaga Pendidikan FTP UB
Juli 23, 2018

Mahasiswa FTP UB Sulap Limbah Apel jadi Nata

Lima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang penerapan teknologi berhasil membuat alat pengolah limbah apel menjadi nata yang diberi nama NEAPPRO (Nata de Apple Peel Processing). Kelima mahasiswa tersebut adalah Luki Agus Surisdianto, Adi Rahmanto Wibowo, Khalil Milad Fadhillah, Tutut Hidayati, dan Riyadlotul Ula. Mereka memanfaatkan limbah kulit apel sebagai substrat dalam pembuatan nata menggunakan teknologi Non-Thermal Irreversible Electroporation dan Fuzzy Logic System dibawah bimbingan Dewi Maya Maharani, STP, M.Sc.

Luki sebagai ketua tim menjelaskan nata  merupakan selaput gel tidak larut dalam air yang memiliki tekstur kenyal, tinggi serat dan rendah kalori. Selain sebagai makanan, nata juga dimanfaatkan sebagai agen pembawa dalam antibacterial, packaging dan nano composite. Pada umumnya produksi nata secara konvensional membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu sekitar 10-14 hari.

UKM Keripik Apel Bali yang menjadi mitra kami merupakan salah satu UKM keripik apel di Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Setiap harinya UKM tersebut mampu mengolah sekitar 3 kuintal apel segar menjadi 80 kg keripik apel. Pengolahan tersebut menghasilkan limbah kulit apel yang cukup banyak yaitu sebesar 30 kg dan umumnya hanya dibuang langsung sehingga dapat mencemari lingkungan.

“Padahal kulit buah apel memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi, dimana sebagian besar nutrisi yang terkandung pada buah apel terdapat di bagian kulit buahnya seperti antioksidan, vitamin dan glukosa, sehingga sangat cocok digunakan sebagai substrat pembuatan Nata,” katanya.

NEAPPRO merupakan teknologi tepat guna yang dirancang dengan terdiri dari 3 bagian utama yaitu N-Tire, vessel berpengaduk, dan inkubator. Non-Thermal Irreversible Electroporation (N-TIRE) berfungsi untuk meningkatkan nilai rendemen dari ekstrak kulit buah apel dan sterilisasi mikroba pada proses pembuatan nata kulit apel, vessel berpengaduk digunakan untuk mencampurkan ekstrak kulit apel, starter nata dan bahan pendukung lainnya agar tercampur dengan sempurna sebelum dilakukan inkubasi, dan inkubator sebagai tempat proses pembentukan nata dengan dilengkapi dengan kontrol Fuzzy untuk mempertahankan suhu ruangan agar tetap stabil dan tidak mengganggu proses fermetasi.

“Penggunaan NEAPPRO pada pengolahan limbah kulit apel pun relatif mudah karena dirancang sebagai alat semi otomatis. Sari kulit buah yang telah dihaluskan akan dimasukkan kedalam vessel N-Tire dengan settigan tegangan dan waktu yang telah disesuaikan. Selain itu proses inkubasi juga telah disesuikan dengan suhu optimal pembuatan nata, sehingga inkubasi dapat berlangsung maksimal. Dengan adanya alat ini diharapkan dapat memaksimalkan profit dan penanggulangan limbah pada UKM Keripik Apel Bali di Kota Batu, serta meningkatkan efektivitas dan waktu proses pembuatan nata menjadi 5 hari,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian