Mahasiswa FTP UB Sulap Limbah Kulit Pisang jadi Pektin pada Industry So Kressh Malang

ABIOFILT, TEKNOLOGI PENJERNIH AIR SUNGAI BADEG KOTA MALANG
Juni 1, 2015
SIM (Smart Irrigation Monitoring) Bantu Petani Tentukan Air Irigasi
Juni 2, 2015

Mahasiswa FTP UB Sulap Limbah Kulit Pisang jadi Pektin pada Industry So Kressh Malang

PEKTIN.JPGMahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) menciptakan teknologi untuk menangani permasalahan penumpukan limbah kulit pisang yang tidak termanfaatkan. Penumpukan limbah kulit pisang ternyata masih bisa diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual tinggi yaitu pektin.

Pektin merupakan senyawa yang biasanya ditambahakan di produk makanan yang berperan  sebagai zat pengental dan penstabil. Dengan adanya ciptaan Teknologi ekstraksi dari mahasiswa FTP UB, maka limbah bisa dijadikan sebagai salah satu bahan tambahan makanan. Tekonologi yang dinamakan APEX oleh kelima mahasiswa FTP UB  merupakan teknologi automatic pectin extraction yang dilengkapi dengan thermocontroller atau pengontrol suhu dan pengaduk yang bersifat continue. Kelima mahasiswa tersebut adalah Nisa Alfilasari (THP 2012), Clara Artha (THP 2012), Rohmatul Hasanah (THP 2012), Ahzam Beinargi (TEP 2011) dan Hardian Dwi Cahyo (TEP 2011) dibawah bimbingan Nur Ida Panca,  STP. MP.

Teknologi ini sekarang telah diaplikasikan pada industry So Kressh malang yang memiliki limbah kulit pisang yang cukup besar, karena industry ini merupakan industry kripik buah, dan salah satunya adalah buah pisang. Teknologi ini dibuat untuk mengurangi adanya limbah kulit pisang, sehingga limbah tersebut mampu di ekstrak dan menghasilkan pektin. Pektin ini juga mampu ditambahkan pada produk produk yang diproduksi oleh industry so kressh seperti pembuatan selai, jeli, dan manisan. Karena fungsi dari pektin sendiri yaitu sebagai pengental, dan  penstabil makanan.

PEKTIN_1Sistem termokontrol pada APEX membuat suhu selama proses ekstraksi menjadin lebih  stabil dan terkontrol. Sistem pengadukan yang ada membantu proses homogenisasi dan penyebaran panas sehingga proses ekstraksi dengan APEX akan berjalan lebih optimal. Dengan teknologi yang diterapkan pada APEX maka pada dasarnya mesin ini tidak terbatas pada pengolahan ekstraksi kulit pisang saja melainkan bisa dimanfaatkan pada ekstraksi kulit buah lainnya. Banyaknya industry di malang yang menghasilkan limbah kulit pisang sangat melimpah. Oleh karena itu APEX memiliki potensi yang sangat besar untuk diterapkan di industri yang mengahasilkan limbah kulit pisang. Seperti halnya industry SO KRESSH Malang.

Cara kerja alat ini cukup sederhana yaitu kulit pisang yang telah dikeringkan dan dibubukan kemudian dimasukkan dalam mesin apex dan ditambahkan laruatan aquades. Selanjutnya ditambahkan asam sitrat. Dan diaduk dengan suhu pemanasan 85°C selama 40 menit. Kemudian disaring diambil larutannya dan dipanaskan lagi hingga 40 menit. Setelah itu disaring dan diambil pektinnya, terbentuklah pektin dengan pencucian alcohol 70% dan 96% .

PEKTIN_3Dengan teknologi ini  limbah kulit pisang yang awalnya hanya dibuang mampu dimanfaatkan dengan mengambil pektin nya dari proses ekstraksi menggunakan alat APEX. Pada penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa  pektin kulit pisang mampu menurunkan kolesterol. Hal ini telah dibuktikan dengan adanya uji invivo yang dilakukan  pada tikus wistar jantan.

Oleh sebab itu sebagai upaya  lanjutan dari penelitian terkait Ekstrak Kulit Pisang maka ke lima mahasiswa brawijaya membuat alat ekstraksi skala industry untuk membuat pektin. Karena diketahui manfaat dari pektin tersebut sangat penting bagi kesehatan tubuh maupun bagi industry produk makanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian