Mahasiswa FTP Ubah Limbah MCK Jadi Air Bersih

Mahasiswa FTP Temukan Alat Penderes Nira Tanpa Memanjat
Juni 3, 2016
Mahasiswa FTP UB Gerakkan Remaja Wujudkan Desa Bebas Sampah Dan Mandiri Energi
Juni 3, 2016

Mahasiswa FTP Ubah Limbah MCK Jadi Air Bersih

125570Air merupakan senyawa kimia yang memiliki peranan penting bagi kehidupan makhluk hidup. Bagi manusia, air diperlukan untuk keperluan sehari-hari baik sebagai air minum, mandi, memasak, pertanian dan mencuci. Dalam satu hari setiap orang di Indonesia rata-rata memakai air bersih sebesar 144 liter. Setiap tahun keperluan akan air bersih terus bertambah seiring dengan bertambahnya penduduk di Indonesia. Dengan semakin banyaknya pemanfaatan akan air maka limbah yang dihasilkan dari pemanfaatan dari air juga semakin banyak. Pencemaran lingkungan perairan saat ini semakin menjadi-jadi. Di Indonesia sendiri sumber penghasil limbah cair terbesar berasal dari aktivitas rumah tangga tak terkecuali limbah MCK. Hal ini di perparah dengan semakin pesatnya pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang menyebabkan volume limbah yang dihasilkan semakin besar.

Karena belum ada penelitian khusus mengenai pengolahan limbah MCK ini maka tim PKM Penelitian yang beranggotakan Ditasya Kinanti Putri (FTP/TL/2013), Cahya Sriwulandari (FTP/TL/2013), Ragilia Dwi Indah Sari (FTP/TL/2013), Dystie Anggun Rahmawati (FTP/TL/2013), dan Qisthi Almaydea Putri Fidya (FTP/TL/2015) dengan dosen pembimbing Angga Dheta Siradjuddin.Ssi, Msi muncul ide kreatif untuk memanfaatkan air limbah MCK menjadi air bersih non konsumsi dengan reaktor biofilm dan mikroalga sebagai bioremediasi. Biofilm merupakan pertumbuhan mikroorgansime secara terstruktur pada permukaan padatan sehingga membentuk lapisan tipis. Senyawa polutan yang ada dalam air limbah seperti senyawa organik (BOD), amonia, phospor, dan lainnya kan terdifusi ke dalam biofilm yang melekat pada permukaan medium. Pada saat yang bersamaan dengan digunakannya oksigen terlarut didalam air limbah, senyawa polutan akan diuraikan oleh mikroorganisme yang ada di dalam lapisan biofilm dan energi yang dihasilkan akan diubah menjadi biomasa. Di dalam sistem biofilm terjadi kondisi aerobik dan anaerobik pada saat yang bersamaan maka dengan sistem tersebut, maka proses penghilangan senyawa nitrogen menjadi lebih mudah. Hasil dari pengelolaan limbah MCK berbasis biofilm ini merupakan air golongan II yang dapat dimanfaatan sebagai budidaya mikroalga. Mikroalga merupakan mikroorganisme (ukuran 1-100 mm) photosintetik yan berpotensi digunakan untuk produk fine chemical, untuk tambahan makanan untuk manusia dan hewan, sistem imobilisasi pebentukan senyawa extraselullar untuk biosorpsi logam berat. Air hasil pengolahan dapat juga digunakan untuk kegiatan mencuci atau kegiatan lainnya yang dapat dilakukan dengan menggunakan air golongan II. Oleh karena itu, masyarakat dapat mendaur ulang limbah rumah tangga menjadi air yang dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan dalam rumah tangga dan melestarikan sumber daya air. (dse)

20160525_141115

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian