Mahasiswa TEP bantu Sistem Kontrol Petani Jamur

Infilter Team Hijaukan Desa Garung
Mei 2, 2015
Nanda Shabrina Nurmalita dan Muhammad Fikry Izza Duta FTP 2015
Mei 10, 2015

Mahasiswa TEP bantu Sistem Kontrol Petani Jamur

humadity tep ftpMeningkatnya permintaan jamur tiram yang tidak diimbangi kapasitas produksi melatari kelima mahasiswa Keteknikan Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian (TEP FTP) melakukan inovasi dalam budidayanya. Kelimanya adalah Ade Rian P (TEP 2012), Achmad Chubaybu (TEP 2012), Miftahul Hilmi (TEP 2012), Susilowati (TEP 2012) dan Muhamad Zulfikar Lutfi (TEP 2011) dibawah bimbingan Mochammad Bagus Hermanto, STP. M.Sc. berinovasi dalam sistem kontrol pembudidayaan jamur tiram (Pleurotus ostreatus) melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan teknologi (PKM-T) 2015.

Dipaparkan Ade Rian bahwa untuk meningkatkan produksi jamur tiram pada proses budidayanya harus memenuhi syarat utama pertumbuhan (growing) jamur, seprti misalnya dilengkapi dengan rak penanaman dan alat pengkabutan. Pengkabutan ini berfungsi menyiram dan mengatur suhu udara pada kondisi optimal 220-280C dengan kelembapan 80-90% sesuai dengan batas yang disyaratkan. “Budidaya jamur ini sebenarnya cukup mudah, hanya saja membutuhkan ketelitian, sebab jika suhu dan kelembapannya tidak sesuai akan mengakibatkan luasan kelopak yang kurang sesuai. Jika suhunya kurang akan mengurangi luas kelopak, sementara jika suhu terlalu tinggi akan menyebabkan kelebihan kandungan air sehingga memperpendek umur simpan karena cepat busuk. Berkat adanya sistem kontrol maka pekerjaan petani jamur akan lebih efisien karena dapat menekan biaya produksi, meningkatkan kualitas, dan menggantikan pekerjaan manusia” jelasnya.

TIM HUMADITY TEPHumidity Control karya tim PKM-T 2015 TEP ini merupakan alat pengontrol kelembapan yang dapat bekerja secara otomatis. Jika kelembapan dan suhu suatu ruangan tidak sesuai dengan referensi (kelembapan kurang dari 70% dan suhu ruangan lebih dari 260C) maka alat akan menyala secara otomatis dan akan menyiram tempat budidaya untuk menyesuaikan  suhu dan kelembapan yang disyaratkan.

Pembuatan alat ini relatif sederhana yaitu dengan menggunakan mikrokontroler AVR ATMega-16 dan pipa yang dirancang secara parallel untuk menghasilkan penyiraman seragam pada seluruh bagian tempat budidaya.  Selain itu digunakan pula sensor untuk mendeteksi suhu serta kelembapan. Tim juga menggunakan nozel untuk pengkabutan hasil penyiraman dan aplikasi pemrograman sebagai pengatur jalannya proses penyiraman.

20150225_115325Setelah proses pengujian, diperoleh hasil suhu lingkungan budidaya saat alat dinyalakan mencapai 300C dengan faktor ketelitian pembacaan suhu ± 50C dapat turun hingga suhu diruang budidaya menjadi 240C dengan lama penyiraman 15 menit. Kelembapan dari 60% meningkat menjadi 75% dalam selang waktu penyiraman 15 menit pula. Diketahui pula penyiraman untuk suhu dan kelembapan akan berhenti secara bersama sama karena adanya sinkronisasi sensor suhu dan sensor kelembapan. Hasil penyiraman juga menunjukkan adanya keseragaman pengkabutan yang dihasilkan nozel.

Hasil pengujian alat di Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kelompok Tani Nekat desa Purwodadi kecamatan Donomulyo pimpinan Imam Sujudi pada Kamis (30/04/2015) menunjukkan bahwa Humadity Control ini dapat digunakan untuk melakukan pengontrolan suhu serta kelembapan pada ruangan budidaya. Dengan demikian terbukti Humadity Control karya TEP mampu menggantikan tugas tenaga kerja untuk merawat, menaikkan produktivtas jamur, mengurangi biaya operasi perawatan dalam budidaya jamur tiram. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian