Mahasiswa TEP Teliti Potensi Pemanasan Ohmic sebagai Pembuat Jus Berukuran Nano

SOLOR, Inovasi Pendeteksi Mikroba Karya Mahasiswa UB
Mei 21, 2015
Mahasiswa FTP Kembangkan Pembangkit Listrik Terbaru
Mei 22, 2015

Mahasiswa TEP Teliti Potensi Pemanasan Ohmic sebagai Pembuat Jus Berukuran Nano

ftpMeski Indonesia merupakan negara yang kaya akan buah-buahan, namum pemanfataannya dirasa masih belum optimal. Meski data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa produksi buah di Indonesia mencapai 12 juta ton setiap tahunnya, tidak semua komoditas tersebut sampai ke tangan konsumen. Hal ini karena terbatasnya variasi dan teknologi dalam pengolahan buah. Akibatnya hal ini akan menurunkan nilai jual, terutama saat panen raya.

Inilah yang mendorong lima mahasiswa Keteknikan Pertanian Universitas Brawijaya yaitu M. Doddy Darmawan (TEP 2013) , Yosua (TEP 2012), Stefanus Yoga Anang (TEP 2013), Oktarina Eka Yuliantini (TEP 2013), dan Akmal Alam (TEP 2013)  dibawah bimbingan Yusron Sugiarto STP. MP. M.Sc untuk meneliti pengaruh electric field ohmic heating terhadap sifat bahan dalam pembuatan jus berukuran nano sebagai inovasi dalam pengolahan buah. Jus dipilih sebagai metode pengolahan buah karena memiliki beberapa kelebihan, diantaranya warna dan rasa dari buah akan tetap terjaga meski dilakukan penghancuran.  Selain itu tekstur jus juga membuat kandungan nutrisi dalam buah dapat lebih mudah diserap tubuh. Berbagai metode telah dikembangkan dalam pembuatan jus diantaranya dengan cara mechanical press dan blender, namun kedua metode tersebut masih menghasilkan padatan terlarut yang besar, yaitu 14,94 °Brix dan 15,59 °Brix. Ditemukan pula metode terbaru yaitu ultrafiltration and osmotic distillation, meski kemudian jarang digunakan karena mebutuhkan biaya yang mahal.

team nano jus ftpDipaparkan Doddy bahwa Ohmic Heating merupakan adalah proses thermal pada komoditi dengan sumber panas dari arus listrik bolak-balik (AC) yang melewati bahan pangan sebagai hambatan listrik. Tegangan dari power supply akan melewati bahan jus buah yang dapat menimbulkan pemanasan dalam partikel partikelnya dan membuat konduktivitas jus semakin besar. Dengan demikian akan terjadi tumbukan antar partikel hingga mengakibatkan mengecilnya volume hingga ke ukuran nano. “Partikel pada jus lebih kecil dari pada buah jika langsung dikonsumsi. Padahal makin kecil ukuran partikel buah, maka penyerapan nutrisi oleh tubuh akan semakin cepat. Ini juga akan memperingan kerja lambung dalam menghancurkan makanan. Selain itu, perlakuan suhu pada bahan akan memberikan efek pasteurisasi, sehingga dapat meningkatkan umur simpan tanpa penambahan bahan pengawet. Dengan demikian metode kami ini ibaratnya sekali dayung dua pulau terlampui. Selain mampu memperkecil partikel hingga lebih mudah diserap tubuh juga sekaligus memperpanjang masa simpan,” jelas Doddy.

Penelitian yang dilakukan dalam rangka Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P) 2015 ini menganalisa efek dari jarak elektroda, luas permukaan elektroda dan tegangan ohmic heating terhadap sifat bahan jus yang dihasilkan“Diharapkan kedepan metode ohmic heating ini dapat menjadi alternatif penghasil minuman kesehatan yang mampu memenuhi kebutuhan vitamin dalam tubuh dalam waktu relatif lebih singkat dibanding dengan mengkonsumsi buah atau jus biasa, khususnya bagi penderita penyakit pada pencernaan, penderita kekurangan gizi dan orang yang memiliki mobilitas tinggi,” pungkas Doddy. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian