Mahasiswa THP Teliti Enzim pada Oncom dan Tempe sebagai Terapi Penyakit Trombosis

Daun Kersen sebagai Obat Kanker Serviks
Juni 5, 2015
Array, Teknologi Terkini pada Kemasan Pepaya
Juni 8, 2015

Mahasiswa THP Teliti Enzim pada Oncom dan Tempe sebagai Terapi Penyakit Trombosis

oncomLima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP) meneliti tentang potensi manfaat dari oncom dan tempe terkait dengan manfaat bagi kesehatan pembuluh darah manusia khususnya untuk kasus thrombosis. Kasus ini merupakan kematian mendadak akibat adanya penyumbatan pembuluh darah yang diakibatkan dari respon alami tubuh manusia yaitu pembekuan darah yang terjadi di peembuluh darah vena bagian dalam dan pembuluh darah arteri.

Kelimanya adalah  Clara Artha Febriana (THP 2012), Rani Susanti (THP 2012), Raehana Saria G (THP 2013), Khusnul Khotimah (THP 2013), Sita Nuryanti (THP 2013)  dibawah bimbingan Dr. Ir. Aji Sutrisno M.Sc. yang melakukan kegaiatan ini melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P) DIKTI 2015.

Berkaca dari adanya berbagai kasus pembuluh darah ini kemudian mendorong kelima mahasiswa ini untuk memberikan solusi. Dengan melihat dari berbagai potensi yang dimiliki oleh Indonesia yaitu makanan tradisional Indonesia yaitu oncom dan tempe yang merupakan makanan berbasis kedelai fermentasi yang memiliki aktivitas fibrinolitik .  Sebelumnya, terdapat penelitian yang menunjukkan adanya aktivitas fibrinolitik pada makanan  tradisional Jepang  berbasis kedelai yaitu Nato.

Dengan metode yang diawali dari isolasi mikroba  oncom dan tempe yang kemudian dilanjutkan dengan proses purifikasi enzim untuk kemudian didapat enzim murni yang digunakan untuk proses elektroforesis dan zimografi untuk mengonfirmasi adanya enzim fibrinolitik protease selain itu juga dilakukan proses konfirmasi lainnya yaitu dengan menggunakan fibrin plate assay dengan menggunakan media fibrin dan thrombin yang merupakan metode yang digunakan untuk melihat adanya aktivitas pemecahan enzim dari oncom dan tempe untuk membuktikan adanya aktivitas pemecahan terhadap fibrin (bekuan darah). Proses lanjutan yatiu dengan menggunakan uji blood clot degradation dengan perlakuan suhu yang berbeda-beda yaitu  60oC, 80oC, 1000C.  Metode selanjutnya yang merupakan metode yang digunakan untuk konfirmasi adanya aktivitas proteoltik dengan menggunakan media susu skim dan Nutrient Agar (NA).

Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberi output kepada masyarakat mengenai cara pengolahan terbaik agar manfaat dari enzim fibrinolitik protease yang terdapat dalam produk oncom dan tempe dapat bekerja dengan baik. Dari produk tempe dan oncom yang diteliti menunjukkan adanya aktivitas fibrinolitik protease pada suhu 60oC, 80oC  yang ditandai dengan adanya degradasi darah pada uji blood clot degradation, adanya zona bening pada uji proteolitik dan fibrinolitik yang menunjukkan adanya aktivitas protease dari enzim . Serta didapat berat molekul pada proses elektroforesis dan zimografi yaitu 30 kDa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian