Mari Lawan Stunting dengan Produk Pendamping Balita Berintegrasi Aplikasi Pintar!

Mahasiswa FTP Ciptakan Lilin Aromaterapi dari Limbah
September 24, 2020
Keren, Mahasiswa FTP Ciptakan Alat Pendeteksi Kandungan Minyak Babi dalam Makanan
September 25, 2020

Mari Lawan Stunting dengan Produk Pendamping Balita Berintegrasi Aplikasi Pintar!

Kondisi pandemi tak membuat ide dan gagasan baru terhenti bagi 5 mahasiswa/i Universitas Brawijaya. Desy Putri Utami (FTP) bersama anggota timnya Ilham Setiawan (FTP), Laila (FTP), Nindya Grika Mirillia (FTP), dan Primus Muhammad Ihza Kusuma (FK). Dilatar belakangi permasalahan gizi yaitu stunting yang menjadi permasalahan pelik. Mereka memberanikan diri untuk berinovasi membuat sebuah produk makanan pendamping balita sebagai solusi terbaru. Produk ini direncanakan akan difokuskan pada daerah tapal kuda di Jawa Timur dengan angka stunting yang tinggi.

Menurut Ilham, produk buatan mereka merupakan produk makanan pendamping balita yang mengadopsi proses fermentasi dengan bahan baku utama telur dan sebelumnya belum pernah ada di pasaran Indonesia. Pemilihan telur ini juga didasari dengan kandungan albumin dan protein yang tinggi sebagai langkah untuk memenuhi kesenjangan energi (gap energi) pada buah hati agar terhindar dari stunting. Selain telur, komposisi produk pangan inovatif ini juga dilengkapi sayuran berupa wortel dan bayam sebagai kandungan yang dapat memperkaya vitamin A dan zat besi untuk buah hati.

Produk yang diperkenalkan dengan nama EGGEE berbentuk bubur yang dapat memenuhi AKG (Angka Kecukupan Gizi) sebesar 7% per takaran saji, dan dibandrol dengan harga Rp 50,000 per 350 gram yang lebih murah dari produk-produk makanan pendamping balita lainnya di pasaran. Bahan baku dari EGGEE rencananya dipasok dari Desa Tawangsari daerah Pujon, Kabupaten Malang, harapannya langkah ini juga sebagai salah satu upaya meningkatkan perkembangan ekonomi di kawasan desa.

Seperti yang kita ketahui, masalah stunting sebenarnya tidak cukup diberantas melalui intervensi gizi saja, tapi salah satu faktor yang tidak kalah penting ialah pemantauan atau monitoring yang tepat. Menurut Primus, penyebab masalah stunting yang paling sering dijumpai di kalangan masyarakat adalah perosalan edukasi pencegahan dan cara memonitor pertumbuhan dan perkembangan dari buah hati. Melihat celah permasalahan tersebut, Tim yang dibimbing oleh Ibu Riska Septifani STP, MP ini akhirnya mengintegrasikan produk EGGEE dengan sebuah aplikasi pada gawai yang nantinya dapat mengukur indeks stunting buah hati. Bagaimana caranya? Para orang tua hanya perlu memasukkan usia, tinggi badan dan berat badan buah hati ke aplikasi tersebut setiap setelah melakukan pengukuran posyandu di awal atau akhir bulan. Hal ini tentunya akan mempermudah peran orang tua unuk lebih paham bagaimana status pertumbuhan si buah hati. Pengintegrasian ini merupakan langkah inovatif sebagai terobosan baru sebagai pencegahan stunting di era sekarang. Sebagai langkah awal yang nyata, EGGEE juga tengah menjalin kerja sama dengan perkumpulan kader kesehatan di daerah Kabupaten Pasuruan untuk minjadi mitra konsinyasi jangka panjang. Dalam rencana pengembangannya, EGGEE juga akan menjalin kerja sama penjualan di toko perlengkapan bayi dan ahli kesehatan terkait untuk mendukung pencegahan stunting di Indonesia. Bagaimana anda tertarik dengan produk inovatif ini untuk buah hati?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian