HIMATETA MILK ACADEMY 2014

Dosen TEP Keynote Speaker pada Konferensi Membran Internasional
Oktober 30, 2014
Pelatihan E-Module TIP
November 2, 2014

HIMATETA MILK ACADEMY 2014

DSC_0809Semangat untuk berdharma bakti pada masyarakat luas serta keinginan untuk mengaplikasikan ilmu yang dipelajari dibangku kuliah, melatari Himpunan Mahasiswa Keteknikan Pertanian (HIMATETA) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) membuat program pengabdian masyarakat berupa sekolah pengolahan susu bernama “MILK ACADEMY”. Program ini diselenggarakan di desa Argosari kecamatan Jabung Kabupaten Malang lantaran 80% masyarakatnya bergantung pada sektor peternakan dan pertanian. Tercatat 1500 ekor sapi yang dipelihara masyarakat di desa ini. Desa ini juga cukup produktif menghasilkan susu segar dengan kapasitas produksi 20-30 liter perhari perkepala keluarga. Namun meski memiliki potensi produk yang melimpah, masyarakat desa Argosari hanya menjualnya dalam bentuk susu segar ke Koperasi Unit Desa (KUD). Penjualan dalam bentuk susu segar dirasa belum optimal karena mudah busuk dan berharga murah (hanya sekitar Rp.3.000,00/ liter). Selain itu, tidak semua susu segar masyarakat diterima pihak KUD. Banyak susu yang tidak lolos seleksi karena berkualitas rendah atau lebih dikenal sebagai susu reject. Selain itu fakta juga menunjukkan bahwa penghasilan masyarakat desa Argosari masih dibawah UMR Kabupaten Malang. Ini juga merupakan satu alasan dibutuhkannya cara untuk mengoptimalkan pengolahan susu sebagai produk unggulan untuk meningkatkan penghasilan masyarakat desa Argosari.
Milk Academy merupakan program pengabdian masyarakat HIMATETA bekerja sama dengan DIKTI melalui Program Hibah Bina Desa (PHBD) 2014 dengan dana empat puluh juta rupiah. MILK Academy mengusung empat program unggulan yaitu Enterpeuner Program, Tecnology Program, Technoprenur Program serta Follow Up Program. Enterpreneur Program merupakan kegiatan mengenai pengenalan kewirausahaan secara mendalam. Pada program ini masyarakat akan dimotivasi dan di beri pengenalan tentang bagaimana menjadi seorang wirausaha, pengenalan etika wirausaha, pengenalan tata administrasi dan sebagainya seputar dunia usaha. Program ini juga akan membahas pembentukan UKM Susu yang nantinya akan didirikan masyarakat bersama MILK Academy Himateta.
Technology Program merupakan kegiatan tentang pengenalan dan pelatihan technologi yang akan digunakan pada pengolahan susu di desa ini. Teknologi tersebut meliputi alat pasteurisasi susu menggunakan alat bernama “Hot Pasteurizatioan High Voltase” (HPHV) , teknologi penyimpanan dengan menggunakan freezer, showcase serta teknologi pengemasan dengan sealer cup, sealer plastik dan sebagainya.
Selanjutnya adalah Technopreneur Program. Ini merupakan program untuk mengenalkan dan melatih masyarakat desa tentang media sosial dan internet sebagai sarana penjualan secara online. Program ini dilakukan karena target pasar produk susu desa Argosari relative masih terbatas. Media sosial yang dikenalkan meliputi pengenalan facebook, twiter, dan beberapa media dagang online seperti toko bagus serta pengenalan web/ blog.
Program terakhir merupakan Follow Up Program. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan hasil dari pengajaran dan pelatihan selama mengikuti MILK Academy. Pada program ini nantinya akan dibentuk struktur organisasi pembentukan UKM pengolahan susu, kerja sama dengan beberapa pihak sebagai media penjualan serta kerja sama dengan pemerintah kota setempat.
Dipaparkan Akbar Setyo Pambudi (TEP 2012), ketua HIMATETA yang didampingi Agung Heru Yatmo (TEP 2012) ketua MILK Academy bahwa masyarakat desa sangat antusias dengan program ini. “Pada program ini kami mengajak masyarakat untuk memulai usaha sendiri karena potensi susu yang melimpah. Makanya kami melakukan inovasi pada pada jenis produk yang dihasilkan serta teknologi yang digunakan. Masyarakat akan kami ajari bahwa susu tidak hanya bisa dikonsumsi begitu saja tetapi dapat diolah dalam bentuk lain seperti yogurt. Jadi susu reject itu kami olah lagi dan kami manfaatkan untuk mengoptimalkan pendapatan masyarakat. Sekitar 30 peserta yang mengikuti pelatihan di MILK Academy merupakan hasil seleksi kami bersama pemerintah setempat. Saat ini kami telah empat kali mengadakan kegiatan di desa Argosari terkait program MILK Academy. Pertama 18/10/10 kami berkunjung kesana untuk sosialisasi program dan perkenalan. Pada 19/10/2014 kami melakukan training pertama tentang cara pembuatan yogurt warna warni dan pengenalan internet. Pada 25/10/2014, kami melakukan sosialisasi dan latihan alat HPHV. Kemudian pada 01/11/2014 yang dilanjutkan tanggal 02/11/2014 kami mendampingi masyarakat untuk mulai produksi susu dan aneka yogurt secara mandiri. Untuk tahap awal, kami juga akan bantu untuk memperluas pasar ke kota Malang Harapannya dalam dua atau tiga bulan kedepan masyarakat peserta MILK Academy sudah mampu untuk berdikari dan mulai beroperasi secara penuh.” (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian