MORICO, MESIN AJAIB PEMBUAT ASAP CAIR KARYA MAHASISWA UB

Camion, Mesin Fermentasi Bawang Hitam Rancangan Mahasiswa FTP
Agustus 15, 2018
Civitas FTP Jadi yang Terbaik se-UB
Agustus 17, 2018

MORICO, MESIN AJAIB PEMBUAT ASAP CAIR KARYA MAHASISWA UB

Kabupaten Malang menghasilkan produksi kelapa sebesar 14.253 ton per tahunnya menghasilkan limbah batok kelapa  sebesar 12 persen atau 1.710 ton. Limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pembuatan asap cair dengan melakukan proses pembakaran pada batok kelapa. Asap cair adalah cairan hasil dari proses pembakaran batok kelapa yang dapat diaplikasikan untuk pengawet getah karet, pembasmi hama tanaman (insektisida), hingga pengawet alami makanan pengganti boraks.

Pengolahan asap cair telah dilakukan oleh UKM Putra Tunggal yang merupakan merupakan satu-satunya UKM yang bergerak dibidang pembuatan asap cair di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dalam melakukan produksinya, UKM Putra Tunggal masih menggunakan metode konvensional memanfaatkan limbah asap hasil pembakaran batok kelapa sehingga ramah lingkungan. Namun sayangnya metode yang digunakan masih memungkinkan kebocoran asap yang cukup tinggi selama proses pembakaran. Selain itu, karena masih menggunakan bambu sebagai  media pengalir asap UKM ini juga hanya mampu menghasilkan 50 liter asap cair grade C dari 3 ton batok kelapa.  Metode konvensional yang digunakan UKM ini juga ternyata masih kesulitan menemukan teknologi yang tepat untuk mengubah asap cair grade C menjadi grade A sesuai permintaan pasar sehingga sulit bersaing dengan industri asap cair lainnya.

Hal inilah yang melatari pembuatan MORICO oleh kelima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya yaitu Arsyika Oktaviani (FTP-2015), Sellyan Lorenza Olanda Putri (FTP-2015), Firda Pramesti (FTP-2015), Arta Harianti (FTP-2014), dan M. Fathussalam (FTP-2014) dibawah bimbingan Angky Wahyu Putranto, S.TP., MP. dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Teknologi (PKM-T) Kemenristekdikti.

Arsyka Oktaviani menjelaskan, MORICO merupakan alat pembuatan asap cair grade A menggunakan teknologi DISCO (Distilaton Cyclone) untuk meningkatkan produktivitas UKM. Dengan alat tersebut, waktu produksi per batch dari 120 jam menjadi 48 jam. Jumlah produksi asap cair grade C dari 50 liter menjadi 100 liter dan dapat menghasilkan asap cair grade A sebanyak 65 liter. Sehingga didapatkan keuntungan per batch adalah 3.008.125 (meningkat lima kali dari 561.350).

Selain meningkatkan produktivitas, beberapa keunggulan alat ini antara lain ramah lingkungan, meningkatkan kualitas asap cair, diversifikasi jenis produk lainnya sehingga mampu meningkatkan pendapatan mitra (UKM Putra Tunggal) sampai sekitar lima kali lipat. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian