NAFTEX 2014 Persembahan LSO ABC

Sosialisasi SIADO
November 7, 2014
Kekompakan FTP Berbuah Best Suporter Kharisma Brawijaya Jazz Festifal 2014
November 11, 2014

NAFTEX 2014 Persembahan LSO ABC

SANDIAGALembaga Semi Otonomi Agritechno Business Center Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (LSO ABC FTP UB) menyelenggarakan Seminar Nasional “National Agritech and Food Technology Exhibition (NAFTEX) 2014 – Makes Your Highly Competitive Agrotechnology Business Toward AEC (Asean Economic Community) 2015”. Kegiatan yang digelar di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Minggu (09/11/2014) ini menghadirkan pengusaha sukses, Sandiaga Uno dan Direktur Industri Minuman dan Tembakau dari Kementrian Perindustrian Republik Indonesia, Ir. Faiz Achmad, MBA. sebagai pembicara.

Dalam sambutannya ketika membuka acara, Dekan FTP, Dr.Ir. Bambang Susilo, M.Sc.Agr.,  menjelaskan, “AEC 2015 sudah didepan mata, jadi inilah saatnya kita untuk siap dan bangkit menuju sukses. Terutama di FTP dengan empat ranah keilmuannya yaitu pangan, energi terbarukan, bio material dan lingkungan.  Jadi kita harus mandiri pangan, mandiri energi dan mandiri lingkungan seperti kata Henry Kissinger, control  food and you control the people, control  oil and you control the nation yang berarti kuasai pangan, maka engkau akan menguasai  rakyat dan kuasai minyak (energy) maka engkau akan menguasai bangsa-bangsa di dunia. Seiring dengan AEC 2015, kedepan masalah pangan dan energi akan menjadi isu yang vital, tugas para alumni FTPlah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut” jelas Dr. Bambang Susilo dihadapan sekitar 300 undangan dari kalangan mahasiswa se Jawa Timur dan masyarakat umum yang hadir.

Sementara itu pengusaha muda pendiri perusahaan investasi Grup Saratoga Sandiaga S. Uno yang tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia versi Forbes ini mengungkapkan empat prinsip hidupnya di hadapan sekitar 300 peserta seminar. “Untuk meraih sukses, ada empat prinsip kerja saya. Keempatnya adalah kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. Kerja keras adalah keharusan dan tidak bisa ditawar.  Kalau mau sukses, ya kerja keraslah,” kata Sandiaga.

“Kerja keras itu harus diiringi dengan kerja cerdas. Kerja cerdas akan menghadirkan inovasi sehingga kerja kita bisa lebih efektif. Kemudian jangan lupakan prinsip tuntas. Percuma kita kerja keras dan kerja cerdas, tapi tak menuntaskan semuanya. Berikan seratus persen diri kita untuk satu pekerjaan. Fokus dan tuntaskan. Sebaiknya semua prinsip kerja itu dirangkai dengan ikhlas. Bekerja dengan ikhlas akan membuat kita lebih teruji dan mampu menghadapi segala rintangan. Jadi sebenarnya kunci sukses hanya terdiri atas empat poin saja yaitu, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas. Lakukan keempatnya dan kesuksesan akan datang,” tambahnya kemudian.

FAIZZSementara sesi kedua yang dipaparkan oleh Ir. Faiz Achmad, MBA memaparkan tentang kesiapan industri agro dalam menghadapi Asean Economic Comunity (AEC) 2015. “Industri Agro merupakan industri andalan masa depan karena didukung oleh sumber daya alam yang cukup potensial berasal dari sektor pertanian, perikanan/kelautan, perkebunan dan kehutanan. Pemanfaatan SDA  sebagai bahan baku industri agro akan mempunyai efek berganda yang luas seperti penguatan struktur industri, peningkatan nilai tambah, pertumbuhan sub sektor ekonomi lainnya, pengembangan wilayah industri, proses alih teknologi, perluasan lapangan kerja, penghematan devisa dan peningkatan penerimaan pajak bagi pemerintah. Potensi yang besar didukung pula oleh bonus demografi Indonesia dengan jumlah penduduk 238 juta orang, jumlah masyarakat kelas menengah sekitar 45 juta orang dengan 42% hidup di perkotaan dan pendapatan perkapita sekitar US$4.500. Ini merupakan potensi tenaga kerja sekaligus pangsa pasar di dalam negeri,” jelas Sarjana Pertanian Universitas Brawijaya serta peraih Magister Administrasi Bisnis dari University of Wollongong, Australia yang dilantik sebagai Direktur Industri Minuman dan Tembakau dari Kementrian Perindustrian Republik Indonesia, Maret 2014 lalu.

“Sinergi program dan kegiatan pengembangan industri agro baik di sektor primer sebagai penyedia bahan baku maupun di sektor industri pengolahan mutlak diperlukan sebagai upaya dalam meningkatkan daya saing produk agroindustri dan akselerasi industrialisasi industri agro. Ini dilakukan dengan bersama sama mengatasi permasalahan yang menghambat pengembangan industri agro, khususnya dalam hal pengembangan industri agro prioritas, melalui fasilitasi perbaikan infrastruktur, akses bahan baku, sistem logistik dan distribusi serta perbaikan teknologi,” pungkas Ir. Faiz Achmad. Sesuai dengan misi LSO ABC sebagai LKM yang bergerak dibidang kewirausahaan, kegiatan ini juga diramaikan pameran inovasi teknologi dan Bazaar aneka produk mahasiswa yang lolos Program Mahasiswa Wirausaha 2014. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian