Nano Gelatin Tulang Ikan Tuna Nan Halal Berkualitas

SIM (Smart Irrigation Monitoring) Bantu Petani Tentukan Air Irigasi
Juni 2, 2015
Mahasiswa FTP Sulap Limbah Minyak Jadi Pewarna Alami
Juni 4, 2015

Nano Gelatin Tulang Ikan Tuna Nan Halal Berkualitas

team gelatin ikan tunaGelatin merupakan protein yang diperoleh dari hidrolisis kolagen yang secara alami banyak terdapat pada tulang atau kulit binatang seperti ikan, sapi dan babi. Indonesia merupakan negara pengimpor gelatin hingga mencapai 6.233 ton tiap tahunnya dan pemasok gelatin terbesarnya berasal dari Cina. Padahal sebagian besar gelatin yang berasal dari cina berbahan dasar dari tulang dan kulit babi. Hal ini menjadi kendala bagi mayoritas masyarkat indonesia yang sebagian besar beragama muslim yang dilarang mengkonsumsi semua jenis makanan yang mengandung babi. Selain itu, gelatin babi ini memiliki daya elastisitas yang tinggi sekitar 200-240 bloom sehingga banyak dipilih oleh produsen makanan seperti pada pembuatan ice cream, cake dan jelly sebagai bahan tambahan produk tersebut. Untuk itu, dibutuhkan suatu inovasi gelatin yang halal dan memiliki kualitas yang dapat menyaingi gelatin babi dari segi elastisitasnya.

Berangkat dari pemikiran itulah yang melatari keempat mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) melakukan kegiatan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P) DIKTI 2015. Keempatnya adalah Sugiyati Ningrum (THP 2012), M. Arham (THP 2012), Ali Mashuri (THP 2012) dan Natasya Putri (TIP 2013) dibawah bimbingan Endrika Widyastuti, SPt.M.Sc.MP.  yang meneliti inovasi baru untuk membuat gelatin berbahan dasar tulang ikan tuna yang dikombinasikan dengan teknologi nano.  Ini dilakukan dengan menggunakan alat frequency ultrasound technology yang dapat meningkatkan elastisitas dan kekokohan sehingga produk tidak rapuh. Hasil penelitian ini yakni  nano gelatin memiliki tingkat elastisitas sebesar 220 bloom.

Dari beberapa kalil pengujian di laboratorium diketahui bahwa gelatin tulang ikan tuna yang dikombinasikan dengan teknologi nano dapat menyaingi kualitas gelatin yang ada di pasaran saat ini. Padahal umumnya gelatin yang beredar adalah gelatin babi yang nota bene tidak dapat dikonsumsi kaum muslimin. Ini menjadi penting karena gelatin karya mahasiswa FTP merupakan non babi hingga aman dan halal dikonsumsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian