Pakar Bioeconomy Eropa, Asia dan Australia Bahas Isu Global di FTP UB dalam ICGAB 2017

Dosen TEP Berlatih Membuat Sabun
Oktober 22, 2017
Lomba Fotografi 2017
November 1, 2017

Pakar Bioeconomy Eropa, Asia dan Australia Bahas Isu Global di FTP UB dalam ICGAB 2017

Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya melaksanakan konferensi dunia “International Conference on Green Agroindustry and Bioeconomy (ICGAB) 2017, Selasa – Rabu (24-25/10/2017) di Gedung Widyaloka UB dan Singhasari Resort Batu. Menghadirkan keynote speaker Ir. Siswa Setyahadi Ph.D. (Ketua Konsorsium Bioteknologi Indonesia), Ir. Nono Rusono (BAPPENAS), Elis Heviati, ST. (Kementerian Energi, Sumberdaya Alam dan Mineral (ESDM) Republik Indonesia), Assoc Prof. Mark Tuner (University of Queensland Australia), Asst Prof. David Strik (Wageningen University and Research Belanda) serta Prof. Hiroyuki Sakakibara (Miyazaki University Jepang), forum ilmiah ini diikuti sekitar 150 delegasi Indonesia, Thailand, Vietnam, Turki, India, Jepang, Perancis, Belanda dan Australia.

Ketua ICGAB 2017 sekaligus Wakil Dekan I FTP bidang Akademik, Agustin Krisna Wardani, STP.MSi.Ph.D. menjelaskan,”Forum ilmiah yang mempertemukan para pakar dari berbagai belahan dunia ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran semua pihak, baik mahasiswa, akademisi, praktisi industri, serta pembuat kebijakan mengenai potensi yang ditawarkan bioeconomy. Perlu diketahui bahwa bioekonomi merupakan konsep strategi pengembangan berkelanjutan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang melibatkan pemanfaatan teknologi terhadap renewable dan non-renewable resources untuk menghasilkan produk berbasis biologi dengan mengutamakan perlindungan terhadap keanekaragaman hayati dan lingkungan,” papar Dr. Agustin yang juga merupakan peneliti bidang biotechnology.

Senada dengan Ketua ICGAB 2017, Dekan FTP, Dr. Ir. Sudarminto Setyo Yuwono, M.App.Sc. mengatakan,”FTP terus menerus berusaha berkontribusi dalam menemukan solusi berbagai masalah nasional melalui penelitian, pengembangan teknologi, permesinan dan pengabdian masyarakat untuk mendidik masyarakat di luar universitas. Seperti banyak negara lain di dunia, Indonesia menghadapi masalah nasional yang diantaranya adalah ketahanan dan keamanan pangan, pengelolaan limbah dan pengembangan sumber energi terbarukan serta degradasi lingkungan. Bioeconomy merupakan salah satu konsep yang sangat strategis sehingga forum ilmiah ini dapat menjadi salah satu alternatif solusi bagi permasalahan global. Forum ini juga merupakan salah satu implementasi visi misi dan rencana strategis FTP yang bertujuan untuk menjadi fakultas yang unggul di bidang teknologi pertanian yang dikenal dan diakui nasional maupun internasional serta memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan nasional di Indonesia melalui tri dharma perguruan tinggi,” demikian Dr. Sudarminto yang juga menjabat sebagai ketua Forum Komunikasi Pendidikan Tinggi – Teknologi Pertanian Indonesia (FKPT-TPI 2017-2019) ini menjelaskan.

Selain konferensi ilmiah tentang pangan, limbah dan energi terbarukan, International Conference on Green Agroindustry and Bioeconomy (ICGAB) 2017 juga memamerkan sejumlah inovasi mahasiswa dan Research Group Universitas Brawijaya seperti Agroindustri Palma, PPPPI, Bioproses Limbah, Rekayasa Lingkungan, Mexma, Asmat, PSEEMRG, Bravo Energeobhas, SMONAGENES, BIODET-VAKSIN, HAL-Q ID, Monster, Coboy, B-PROTECT, Pilator, M-NAFER, Inuvine, Etrovoice, Normex, Smart Comic serta International Office UB. (dse)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian